Back

Program studi Tata Kelola Seni (TKS) program magister adalah satu-satunya program studi yang secara khusus didirikan oleh Institut Seni Indonesia Yogyakarta untuk mengantisipasi kebutuhan pengelolaan seni. Kenyataan menunjukkan bahwa ada kebutuhan untuk menangani aset seni budaya di tanah air, terlebih saat Indonesia makin dalam tertanam dalam arus pertukaran dunia.

Selain itu, peluang bagi tenaga profesional bidang pengelolaan seni seluruh sendi kehidupan seni budaya, maka sangat besar kesempatan untuk mulai menjelajah pengelolaan seni budaya bangsa yang memiliki ciri khas Indonesia.

Program studi TKS program magister ISI Yogyakarta mencakup tiga wilayah persoalan yaitu, tata kelola seni pertunjukan, seni rupa, dan pariwisata. Ketiga wilayah ini sangat relevan karena memberi kemampuan dalam mengelola potensi seni budaya lokal, berwawasan nasional, dan siap berkompetisi secara intemasional.

Pada tahun ajaran 2023/2024, TKS menerima mahasiswa angkatan ketigabelas. Dengan sumberdaya dosen-mahasiswa yang kompeten, didukung prasarana yang terus ditingkatkan, maka diharapkan lulusan prodi ini dapat terserap lapangan kerja. Para lulusan akan mejalin kerja pengelola seni di seluruh nusantara dalam bentuk jejaring.

VISI DAN MISI

Visi

  • Program studi Tata Kelola Seni program magister unggul di tingkat nasional dan Asia Tenggara pada tahun 2024.

Misi

  • Menyelenggarakan pendidikan program studi Tata Kelola Seni program magister.
  • Membina dan mengembangkan tata kelola seni selaras dengan perkembangan pengetahuan, teknologi, dan kewirausahaan yang berwawasan lingkungan dan budaya bangsa melalui Tri Darma Perguraan Tinggi.
  • Memantapkan organisasi program studi Tata Kelola Seni program magister untuk meningkatkan layanan pendidikan.
  • Mengembangkan keijasama pendidikan dan penelitian bidang tata kelola seni di tingkat nasional dan intemasional.

PROFIL PROGRAM STUDI

  1. Tujuan dari program studi Tata Kelola Seni program magister adalah mempersiapkan mahasiswa untuk dapat menjadi konsultan, pengelola seni dan/atau organisasi seni (perusahaan, komunitas, pemerintah) yang menghayati nilai-nilai seni-budaya bangsa dan lingkungan.
  2. Program studi Tata Kelola Seni program magister adalah program interdisiplin dengan durasi waktu pendidikan paling lama empat tahun akademik.
  3. Sistem pendidikan dalam program studi ini dilakukan dengan menggabungkan kuliah, seminar, studi kasus, kuliah lapangan, dan diskusi analitis.

PROFIL LULUSAN

  1. Konsultan
    • Mampu berpikir dan bertindak strategis, serta kreatif dan inovatif
    • Mampu merumuskan saran tentang pengelolaan seni budaya dan/atau organisasi seni budaya (perusahaan, komunitas, pemerintah).
  1. Perumus Strategi dan Kebijakan
    • Mampu berpikir, bertindak, dan memberikan rekomendasi strategik berdasarkan analisis isu strategik, baik lingkungan internal dan eksternal organisasi seni budaya.
    • Mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi strategi dan kebijakan pengeloaan seni.
    • Mampu mengkomunikasikan dan mempresentasikan strategi dan kebijakan tata kelola seni.

KURIKULUM DAN DESKRIPSI MATA KULIAH

DESKRIPSI MATA KULIAH

Metodologi Penelitian

Dalam mata kuliah ini mahasiwa belajar merancang dan melaksanakan survei. Mahasiswa mempelajari dan mempraktikkan seluruh tahapan penelitian, mulai dari merumuskan masalah, menyusun hipotesa, merancang survei, mengumpulkan data, analisa, menafsirkan hasil, dan melaporkan. Termasuk di dalamnya adalah kajian pustaka terhadap hasil-hasil penelitian yang telah melalui telaah mitra bestari. Topik-topik penelitian yang dikerjakan menyangkut masalah-masalah dalam pengelolaan kegiatan dan organisasi seni-budaya.

Estetika

Mata kuliah ini membahas mazab-mazab estetika terkait dengan implementasinya pada karya rupa, pertunjukan, maupun film. Beberapa kecenderungan estetika dari para seniman terkemuka dunia dan Indonesia menjadi bagian dalam telaah kajian. Demikian juga beberapa tulisan dan teori-teori yang berelesai dengan kecenderungan tersebut akan dipelajari secara kontekstual.

 

Tata Kelola Pemasaran

Mahasiswa akan belajar langkah-langkah pemasaran, mulai dari merancang konsep bauran pemasaran (marketing mix), penetapan harga, promosi, sampai dengan distribusi produk. Produk di sini bisa mencakup benda, gagasan, hingga layanan. Mata kuliah ini juga menawarkan wawasan pemasaran pada organisasi nirlaba. Mahasiswa secara berkelompok menyusun rencana pemasaran di organisasi laba atau nirlaba.

Tata Kelola Sumber Daya Manusia

Mata Kuliah ini akan memberikan wawasan tentang bidang pengelolaan yang menitikberatkan pada fungsi staffing. Kemudian hal ini akan terkait pada penentuan kualifikasi pekerja, rekrutmen, seleksi calon pelaksana, pengembangan, evaluasi, dan pemberian kompensasi. Penentuan pada kualitas pekerja sangat dipengaruhi pada kondisi fisik dan pemikiran.

 Jejaring Komunitas Seni

Mahasiswa akan belajar tentang kekuatan organisasi seni Nusantara yang bertumpu pada komunitas. Karakteristik komunitas, kegiatan, dan ketahanan mereka menghadapi masalah akan dipelajari melalui kasus-kasus. Pemahamahan sosiologis terhadap komunitas mencakup struktur sosial masyarakat dan letak seni di dalamnya. Pemahaman antropologis mencakup bagaimana tradisi menyimpan khasanah seni, mengajarkannya pada seniman dan komunitas, serta terkait dalam ‘ritual’ masyarakat. Selanjutnya bagaimana masyarakat ataupun komunitas seni menciptakan beragam jaringan kerja yang relevan saat ini.

Metode Penelitian Tata Kelola Seni

Dalam mata kuliah ini akan dipelajari landasan filosofis dan tradisi- tradisi dalam penelitian pengelolaan seni. Mahasiswa berlatih langkah-langkah penelitian seperti dalam metode penelitian semester I dan mempelajari contoh-contoh penelitian di bidang manajemen, bisnis seni dan budaya. Selain memahami apa yang sudah dilakukan, mahasiswa juga memeriksa dan memberi tanggapan kritis terhadap penelitian-penelitian yang sudah ada. Mahasiswa secara berkelompok melakukan seluruh proses penelitian dari awal hingga akhir.

Kajian Ekonomi Kreatif

Mata kuliah ini memberikan wawasan tentang ekonomi kreatif sebagai upaya pembangunan ekonomi secara berkelanjutan melalui kreativitas. Gagasan ekonomi kreatif merupakan gagasan yang unggul dari masyarakat dalam mengembangkan ketrampilan dan bakat individu. Prinsip pengelolaan ekonomi kreatif di tingkat desa adalah kooperatif, partisipatif, emansipatif, transparan, akuntabel, dan sustainabel.

 Tata Kelola Jenama

Mata Kuliah terkait dengan strategi dalam pemasaran yang secara khusus membahas topik branding yang saat ini sangat kontekstual dalam berbagai peristiwa seni maupun pengembangan kota. Publikasi, identintas, sebuah kota maupun acara-acara seni sangat membutuhkan strategi jenama dalam publikasi dan distribusinya. Hal-hal ini secara khusus akan dikaji secara kontekstual dalam pengembangan seni dan budaya serta aspek komunikatifnya.

Tata Kelola Festival

Mata Kuliah menitikberatkan pada pembahasan peristiwa budaya yang terkait dengan penyelenggaran festival, baik sebagai kemeriahan hiburan, ritus, kenegaraan, maupun penghargaan artistik beberapa seni murni maupun terapan. Kini dalam perkembangan seni-budaya global, festival menjadi daya ungkit ekonomi, perekatan sosial, demokratisasi, seiring dengan perkembangan/tumbuhnya desa wisata/wisata desa, dan ancaman pudarnya identitas lokal akibat dari tergerusnya kesadaran identitas diri.

Manajemen Strategi

Dalam mata kuliah ini mahasiswa belajar menganalisis kondisi di dalam organisasi dan di luar organisasi. Tujuannya adalah merancang strategi organisasi, melaksanakan, dan mengevaluasinya. Pemahaman manajemen yang telah didapat di mata kuliah sebelumnya dipakai untuk memahami ‘gambar besar’ di luar organisasi dan bagaimana organisasi menempatkan diri di dalamnya untuk mencapai keunggulan. Organisasi di sini bisa mencakup organisasi laba maupun nirlaba.

Pengelolaan Wisata Budaya

Mata kuliah interdisiplin ini dirancang untuk memberikan pemahaman tentang berbagai konsep, metode, dan teknik pengembangan budaya dan pariwisata di tingkat regional, nasional, dan global. Mahasiswa diharapkan mampu menyusun “perencanaan strategis” suatu proyek pengembangan budaya dan pariwisata berbasis data kuantitatif dan kualitatif. Pengelolaan Wisata Budaya memberikan pemahaman pada proses produksi seni pertunjukan (tari dan musik) dan aspek-aspek manajemen lembaga, seperti pendanaan, relasi dengan pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain.

Pengelolaan Galeri dan Museum

Mata kuliah ini memberikan pemahaman konseptual tentang manajemen seni rupa, meliputi peran dan tanggung jawab kurator dalam penyelenggaraan aktivitas peristiwa seni rupa di ruang publik, termasuk aktivitas di museum dan galeri. Dalam mata kuliah ini dikaji berbagai aspek kepakaran dalam bidang seni visual untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam pelaksanaan tugas kurator dan proses kuratorial pada museum dan galeri di tingkat nasional dan Intemasional.

Seminar

Di dalam mata kuliah seminar mahasiswa diberi contoh, diberi tugas, dan dibimbing menulis proposal tesis untuk diuji di akhir semester tiga. Proposal tesis ini terdiri dari tiga bagian, yaitu pendahuluan, kajian pustaka/karya, dan metode (ketiga bagian ini akan dipaparkan secara rinci di bagian lain dalam tulisan ini). Tujuan dari kegiatan ini adalah mahasiswa menghasilkan proposal yang siap diuji. Untuk mencapai tujuan, dosen bertugas menunjukkan komponen apa saja yang perlu ada di dalam proposal, bagaimana proses penelitian/penciptaan karya yang baik, cara melakukan serta hasil kajian pustaka, cara dokumentasi apa saja yang perlu dimasukkan di dalam proposal, dan bentuk laporan.

Kritik Seni

Di dalam mata kuliah ini mahasiswa akan belajar cara mengamati karya seni, mencatat, mendiskripsikan, menganalisis, dan mengevaluasi yang dituangkan dalam bentuk tulisan/esai, baik bersifat ilmiah, jumalistik, apresiatif, dan edukatif, memerikannya dalam bahasa, dan melihat posisi karya tersebut dalam praktik dan teori seni mutakhir. Pengamatan karya seni dilakukan secara langsung atas pameran, peristiwa dan pertunjukan atau di dalam kelas melalui arsip. Penulisan melatih mahasiswa untuk memberi perhatian pada segi-segi tertentu saja dari karya menurut sudut pandang teoretis. Selanjutnya, mahasiswa akan belajar melihat arti penting karya seni dalam praktik dan teori seni terkini.

Humaniora dan Estetika Digital

Mata kuliah ini membawa konsep-konsep dasar dalam estetika memasuki dunia digital. Oleh karenanya, ciri-ciri pada objek seni perlu dipikirkan kembali karena objek digital tidak berwujud dan berbobot. Persepsi manusia melalui panca indera (terutama penglihatan) juga perlu direnungkan kembali karena perkembambangan teknologi digital saat ini.

 Sejarah Seni dan Politik

Mata kuliah ini berisi pengantar sejarah sebagai perspektif melihat fenomena seni dalam kaitannya dengan politik. Seni selalu berkelindan dalam peristiwa politik, misalnya dalam konteks Indonesia, seni digunakan sebagai alat perjuangan, sebagai propaganda politik atau sebagai komentar dan kritik sosial politik. Sebagai contoh: Poster-poster perjuangan, lukisan era pra dan pasca kemerdekaan, aktivitas kelompok Taring Padi, aktivitas Seni Kolektif yang ada pada dunia teater, seni pertunjukan, sastra, dan sebagainya. Mahasiswa belajar memahami arsip tertulis dan sumber-sumber lisan, kelemahan dan kekuatan beragam sumber (tangible dan intangible). Tujuan menggunakan sejarah sebagai alat memahami dan membaca praktek sera wacana seni, agar mahasiswa memiliki perspektif kritis terhadap perkembangan sejarah seni (seni rupa, seni visual, seni pertunjukan, seni media rekam, atau seni kontemporer), praktik dan wacana seni dalam kaitan politik.

Religiositas Seni

Mata kuliah ini ingin mendiskusikan hubungan antara religi dan seni, dari berbagai tradisi agama dan kepercayaan. Kajian ini akan melihat wacana dan praktik seni dari perspektif religi, tegangan-tegangan yang terjadi dalam sejarah Indonesia, termasuk pemahaman halal dan haram untuk memediasikan dan membantu menemukan solusi mengatasi persoalan intoleransi yang mudah tersulut di tengah masyarakat Indonesia. Wacana/pemikiran dan praktik seni dengan perspektif religi dapat berkontribusi pada persoalan sosial-masyarakat, terutama terkait dengan hubungan antara religi dan kesenian.

 Seni dan Retorika

Mata kuliah ini menjelaskan perkembangan kajian retorika dan bagaimana irisannya dengan seni. Dengan belajar ini mahasiswa bisa memanfaatkan retorika untuk mengurai bagaimana matra gambar, suara, wujud, dan gerak suatu karya seni.

 Seni, Media, dan Industrialisasi

Mata kuliah seni dan industrialisasi memberikan pengetahuan mengenai keterkaitan seni dengan industrialisasi. Matakuliah ini memberikan pemahaman pentingnya seni dalam praktik insdustrialisasi. Memaparkan seni diciptakan dan dimodifikasi dalam bentuk industri kreatif yang berkembang pada masa kini. Pemahaman kreatifitas penciptaan seni yang relevan dengan industrialisasi.

 Wisata Berbasis Komunitas

Mata kuliah ini memberikan wawasan tentang dasar-dasar pembangunan ekonomi secara berkelanjutan melalui kreatifitas dan pengembangan wisata yang dimotori beragam komunitas. Gagasan ini merupakan daya kreatif masyarakat dalam pengembangan ruang-ruang budaya yang berbasis lokalitas.

Seni dan Neurosains

Seni dan neurosains adalah mata kuliah yang menggabungkan kajian neurosaintifik, fisiologis, dan psikologis untuk memahami proses syaraf yang mengaktifkan kreativitas artistik, keahlian artistik, dan evolusi kognisi simbolik pada berbagai jenis seni dengan media visual, auditif, kinetis, dan bahasa guna mengetahui bagaimana proses persepsi dan emosi mendasari penciptaan seni dan pengalaman estetis. Mata kuliah ini juga mengupas interaksi antara seni dan ekspektasi, pengalaman dan pengetahuan, serta perubahan apresiasi artistik secara sosial dan kontekstual yang diharapkan dapat memberi gambaran tentang potensi seni untuk memengaruhi kondisi mental, kesehatan, dan well-being. Salah satu materi pokok dalam kajian ini adalah kritik terhadap berbagai hasil riset terkini dengan dua pertanyaan utama yakni (1) bagaimana otak mengkomputansi apresiasi estetik untuk objek-objek sensori dan (2) bagimana seni diciptakan dan dialami.

TENAGA PENGAJAR

  1. Prof. Dr. Djohan, M.Si.
  2. Prof. Dr. M. Agus Burhan, M.Hum.
  3. Prof. Dr. Suastiwi, M.Des
  4. Dr. G.R. Lono Lastoro Simatupang, M.A.
  5. Handono Eko Prabowo, MBA., Ph.D.
  6. Dr. Muhammad Kholid Arif Rozaq, M.M.
  7. Dr. Suwarno Wisetrotomo, M. Hum.
  8. Dr. Koes Yuliadi, M.Hum.
  9. Dr. Fortunata Tyasrinestu, M.Si.
  10. Kurniawan Adi Saputro, Ph.D.
  11. Dr. Destha Titi Raharjana, S.Sos.,M.Si.
  12. Dr. Citra Aryandari, M.A.
  13. Dr. Yohana Ari Ratnaningtyas, M.Si
  14. Dr. Prayanto Widyo Harsono, M.Sn.
  15. Octavianus Cahyono Priyanto, Ph.D.
  16. Dr. Drs. H. Agus Rochiyardi, M.M.
  17. Dr. Kardi Laksono
  18. Dr. Miftahul Munir
  19. Dr. Ngurah Wedha Sahadewa
  20. Dr. Budi Irawanto, S.I.P., M.A.
  21. Dr. Dian Arymami, S.I.P., M.Hum.
  22. Oki Rahadianto Sutopo, Ph.D.

PELAKSANAAN PENDIDIKAN DAN PERATURAN AKADEMIK

Pembimbingan Akademik

Setiap mahasiswa untuk kelancaran studinya mendapat bimbingan dari seorang pembimbing akademik (PA) yang ditunjuk oleh direktur PPs ISI Yogyakarta. Tugas PAadalah membimbing kegiatan akademik mahasiswa, antara lain memilih mata kuliah pilihan, mengisi KRS, dan membantu membahas topik tugas akhir. Pembimbing akademik bagi mahasiswa tata kelola seni program magister adalah ketua program studi.

Perkuliahan

  1. Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS)

Pengisian KRS diadakan sesuai dengan waktu terjadwal. Setiap mahasiswa dapat mengikuti kuliah apabila telah mengisi KRS yang disetujui oleh dosen pembimbing akademik.

  1. Daftar Hadir Kuliah

Mahasiswa dan dosen wajib menandatangani daftar hadir setiap pertemuan yang diselenggarakan setiap minggu. Daftar hadir disiapkan petugas subbagian dikmawa PPs ISI Yogyakarta di kantor bagian akademik. Dosen mengambil daftar hadir dan sesudah perkuliahan selesai dosen wajib menyerahkan kembali. Daftar hadir dijadikan dasar untuk menentukan seorang mahasiswa bisa mengikuti ujian akhir semester. Mahasiswa dapat mengikuti ujian akhir semester apabila telah mengikuti minimal 90% dari kuliah yang diberikan.

Daftar Nilai Kolektif dan Daftar Nilai Kemajuan Studi

Daftar nilai kolektif (DNK) berisi daftar nama mahasiswa dan nilai ujian per semester setiap mata kuliah diserahkan ke subbagian dikmawa. Tenggat pengumpulan DNK mengikuti kalender akademik.

DNK ditandatangani dosen pengampu dan diketahui oleh asisten direktur I. Daftar nilai kemajuan studi (DNKS) disusun berdasarkan DNK setiap semester, sebagai surat keterangan untuk mengetahui kemajuan studi mahasiswa, ditandatangani oleh asisten direktur.

  1. DNKS setara transkrip akademik sementara, serta sebagai lampiran persyaratan mengikuti ujian akhir.
  2. Transkrip akademik adalah daftar seluruh mata kuliah yang pemah ditempuh dan nilai yang diperoleh mahasiswa, dilengkapi keterangan tentang satuan kredit semester kumulatif dan indeks prestasi kumulatif, yang pada hakikatnya memmjukkan bahwa ia telah memenuhi syarat dalam memperoleh gelar magister. Transkrip akademik memuat identitas singkat mahasiswa, judul tesis, pembimbing, serta predikat kelulusan, ditandatangani oleh direktur PPs ISI Yogyakarta dan diberikan setelah mahasiswa diwisuda.

Beban dan Batas Studi

Beban studi atau jumlah kredit pendidikan program tata kelola seni program magister PPs. ISI Yogyakarta adalah 44 SKS, yakni menyelesaikan mata kuliah wajib sebanyak 27 SKS, mata kuliah pilihan 3 buah sebesar masing-masing 2 SKS, seminar 3 SKS, dan tugas akhir/tesis sebanyak 8 SKS.

Semua persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan program magister tata kelola seni hingga memperoleh gelar Magister Seni (M.Sn.) harus diselesaikan dalam waktu paling lama 8 (delapan) semester atau 4 tahun akademik, baik dengan cuti maupun tidak. Apabila tidak bisa menyelesaikan dalam kurun waktu tersebut, maka mahasiswa dianggap tidak mampu dan akan diterbitkan surat pemberhentian studi.

Status Mahasiswa dan Pengambilan Cuti Kuliah

Ada dua macam status mahasiswa, yakni aktif dan nonaktif.

  1. Mahasiswa Aktif

Untuk disebut sebagai mahasiswa aktif, mahasiswa wajib membayar SPP penuh, memiliki kartu tanda mahasiswa (KTM). Mahasiswa aktif berhak Mengikuti kegiatan akademik dan menggunakan fasilitas pendukungnya.

  1. Mahasiswa cuti

Mahasiswa yang cuti harus mendapat persetujuan dosen pembimbing akademik, membayar 20% dari uang SPP, dan tidak berhak mengikuti kegiatan akademik. Mahasiswa yang mengulang ujian tugas akhir tidak berhak mengajukan cuti. Masa cuti kuliah maksimal 2 (dua) semester, dan tidak diperhitungkan dalam masa studi.

Permohonan izin cuti kuliah dapat diajukan apabila mahasiswa:

  1. Telah mengikuti kuliah selama dua semester, atau
  2. Telah lulus minimal 20 (dua puluh) SKS
  3. Mangkir

Mahasiswa yang tidak mendaftarkan diri tanpa keterangan selama 30 (tiga puluh) hari kalender sejak hari terakhir pendaftaran akan dianggap mangkir. Mahasiswa yang mangkir akan dianggap mengundurkan diri dan dihapus dari daftar mahasiswa pascasarjana ISI Yogyakarta.

Penyelenggaraan Ujian

Ujian akhir semester adalah penilaian atas prestasi mahasiswa, seberapa jauh mereka memahami dan menguasai bahan yang telah diberikan dalam setiap mata kuliah selama satu semester. Ujian mata kuliah teori dapat diselenggarakan dalam berbagai bentuk dan cara, yaitu bisa tertulis atau lisan, seminar, membuat karya tulis, dan kombinasi dari berbagai bentuk tersebut.

Bobot penilaian ujian sesuai dengan silabus. Unsur nilai akhir mahasiswa terdiri dari kehadiran dalam kelas (10%), tugas mingguan (30%), ujian tengah semester (20%), dan ujian akhir semester (40%)

Apabila terdapat mahasiswa yang belum lulus dalam 1 (satu) mata kuliah (nilai <B), maka mahasiswa dapat diberi kesempatan untuk memperbaikinya dalam semester yang sama di tahun berikutnya. Hasil ujian perbaikan maksimal B. Tidak ada perbaikan untuk mata kuliah yang telah dinyatakan lulus.

Facebook