{"id":2534,"date":"2016-04-01T09:25:17","date_gmt":"2016-04-01T02:25:17","guid":{"rendered":"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/?p=2534"},"modified":"2025-01-29T21:19:06","modified_gmt":"2025-01-29T14:19:06","slug":"ujian-terbuka-doktor-ke-27-dra-jamilah-m-sn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/en\/ujian-terbuka-doktor-ke-27-dra-jamilah-m-sn\/","title":{"rendered":"Ujian Terbuka Doktor ke 27 Dra. Jamilah, M.Sn."},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Pada hari Kamis, tanggal 31 Maret\u00a0 2016 pukul\u00a010.00\u2013 12.00 WIB Pascasarjana ISI Yogyakarta menggelar Ujian Terbuka Dra. Jamilah, M.Sn. Sidang diketuai oleh\u00a0Prof. Dr. Djohan, M.Si.,\u00a0 Prof. Dr. Y. Sumandiyo Hadi sebagai Promotor,\u00a0 Dr. Rina Martiara, M.Hum. sebagai Kopromotor, Dr. Aris Wahyudi, M.Hum, Dr. Sal Murgiyanto, Dr.Lono Lastoro Simatupang, Dr. St. Sunardi, Prof. Dr. AM. Hermien Kusmayati, Prof. Dr. Partini, S.U., Prof. Dr. Djohan, M.Si.. Saudara Dra. Jamilah, M.Sn. berhasil mempertahankan Disertasi yang berjudul <strong>Struktur dan Fungsi Pajoge Makkunrai Pada Masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan<\/strong> di hadapan Dewan Penguji sehingga lulus dengan predikat \u201cSangat Memuaskan\u201d dan menjadi Doktor ke 27 dari PPs ISI Yogyakarta\u00a0 <a href=\"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-16.jpg\" rel=\"attachment wp-att-2538\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2538\" src=\"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-16.jpg\" alt=\"jamilah 16\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-16.jpg 1024w, https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-16-768x512.jpg 768w, https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-16-640x427.jpg 640w, https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-16-400x267.jpg 400w, https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-16-367x245.jpg 367w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pajoge<\/em> adalah salah satu tari tradisi yang hidup pada masyarakat Bone (suku bangsa Bugis) di Sulawesi Selatan. Masyarakat Bone meyakini bahwa <em>pajoge<\/em> sudah ada sejak masa pemerintahan Tenri Tuppu Matinroeri Sidenreng, Raja Bone ke-X, seorang raja perempuan yang memerintah selama Sembilan tahun dari tahun 1602 sampai 1611. Disebutkan bahwa pada saat itu, Sang ratu memiliki kelompok <em>pajoge<\/em> yang telah dibina oleh ayahandanya sendiri, yaitu Lapattawe Matinro-E ri Bettung, Raja Bone ke-IX (1596-1603). Kemudian tari tradisi ini berkembang di Bugis dan sampai sekarang masih hidup dalam masyarakat Bone di Sulawesi Selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kehidupan <em>pajoge<\/em> mengalami perubahan bahkan pasang surut, seiring dengan perubahan kondisi sosial-budaya masyarakat Bugis. Meski sempat \u201cmenghilang\u201d namun atas semangat dan perjuangan para seniman dan budayawan Bugis, <em>pajoge<\/em> menggeliat hidup kembali dalam wujud \u201cbaru\u201dnya. Fenomena <em>pajoge <\/em>yang menarik adalah di satu sisi <em>pajoge<\/em> sedemikian dibutuhkan masyarakatnya, namun di sisi lain keberadaannya tidak diterima secara utuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bugis. Pada kenyataannya penari <em>pajoge<\/em> tidak mendapat tempat yang baik dalam masyarakat Bugis; bahkan sebaliknya, ia justru dipandang hina dan disisihkan oleh masyarakatnya.\u00a0 Penari<em>pajoge<\/em> seringkali dipandang sebagai penggoda laki-laki atau perebut suami orang. Pandangan hina itu tidak hanya kepada penari <em>pajoge<\/em> saja, tetapi juga berimbas pada keluarganya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kontradiksi fenomena <em>pajoge<\/em> tersebut berlangsung terus menerus semenjak kemunculannya. Bahkan dalam sejarah perjalanannya yang seiring dengan sejarah masyarakat Bugis, <em>pajoge<\/em> tetap dibutuhkan oleh masyarakatnya. Berdasarkan fenomena di atas menunjukkan bahwa <em>pajoge<\/em> memiliki relasi yang sangat erat dengan masyarakat Bugis. <em>Pajoge<\/em> tidak bisa terlepas dari masyarakat Bugis, dan sebaliknya masyarakat Bugis sangat membutuhkan kehadiran <em>pajoge<\/em>. Oleh karena itu pula keberadaan keduanya saling mempengaruhi. Perubahan masyarakat telah memaksa <em>pajoge<\/em> untuk melakukan perubahan-perubahan guna menyesuaikan dengan nafas zamannya. Hal ini terbukti dari keberadaan <em>pajoge<\/em> dalam perkembangan dan perubahan masyarakat Bugis. Bahkan meski sempat vakum, tetapi kenyataannya berbagai upaya telah memunculkan kembali <em>pajoge<\/em> dalam bentuk \u201cbaru\u201dnya. Hal demikian semakin membuktikan betapa kuatnya arti penting <em>pajoge<\/em> bagi masyarakat Bugis di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-5.jpg\" rel=\"attachment wp-att-2536\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2536\" src=\"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-5.jpg\" alt=\"jamilah  5\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-5.jpg 1024w, https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-5-768x512.jpg 768w, https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-5-640x427.jpg 640w, https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-5-400x267.jpg 400w, https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-5-367x245.jpg 367w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertunjukan <em>Pajoge Makkunrai<\/em> sebagai sebuah sistem mengalami perubahan dengan jalan adaptasi untuk bisa bertahan pada masyarakat Bugis. Perubahan dan pergeseran fungsi pertunjukan <em>Pajoge Makkunrai<\/em> pada umumnya diterima oleh masyarakat Bugis. Meskipun ada hal yang baru dalam pertunjukan tersebut namun tidak terjadi pertentangan terhadap norma-norma yang ada pada masyarakat Bugis. Dalam hal ini, tampaknya masyarakat pemilik pertunjukan <em>Pajoge Makkunrai <\/em>mampu melakukan penyesuaian, tanpa harus kehilangan hal-hal yang dianggap penting dalam kebudayaan mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kehadiran <em>Pajoge<\/em> pada upacara perkawinan merupakan siklus lingkaran. Acara ini menjadi ajang pertemuan bagi pasangan-pasangan baru yang diharapkan menjadi \u201cpasangan ideal\u201d\u00a0 bagi masyarakat Bugis. Peristiwa perkawinan ini, akan \u00a0menjadi awal bagi pasangan berikutnya, demikian seterusnya. Pertunjukan <em>pajoge<\/em> sebagai bagian dari upacara perkawinan memperkuat struktur nilai yang ada di dalam masyarakat Bugis sehingga <em>pajoge <\/em>akan tetap diperlukan dan dilestarikan oleh masyarakat penyangganya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-13.jpg\" rel=\"attachment wp-att-2537\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2537\" src=\"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-13.jpg\" alt=\"jamilah  13\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-13.jpg 1024w, https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-13-768x512.jpg 768w, https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-13-640x427.jpg 640w, https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-13-400x267.jpg 400w, https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-13-367x245.jpg 367w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada hari Kamis, tanggal 31 Maret\u00a0 2016 pukul\u00a010.00\u2013 12.00 WIB Pascasarjana ISI Yogyakarta menggelar Ujian Terbuka Dra. Jamilah, M.Sn. Sidang diketuai oleh\u00a0Prof. Dr. Djohan, M.Si.,\u00a0 Prof. Dr. Y. Sumandiyo Hadi sebagai Promotor,\u00a0 Dr. Rina Martiara, M.Hum. sebagai Kopromotor, Dr. Aris Wahyudi, M.Hum, Dr. Sal Murgiyanto, Dr.Lono Lastoro Simatupang, Dr. St. Sunardi, Prof. Dr. AM. Hermien [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2535,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[50],"tags":[],"class_list":["post-2534","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ujian-terbuka"],"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-8-1024x445.jpg",1024,445,true],"list":["https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-8-463x348.jpg",463,348,true],"medium":["https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-8-300x200.jpg",300,200,true],"full":["https:\/\/pasca.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/jamilah-8.jpg",1024,683,false]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2534","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2534"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2534\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11471,"href":"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2534\/revisions\/11471"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2535"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2534"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2534"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pasca.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2534"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}