Back

Program studi magister penciptaan seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta merupakan program studi yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia (SK No. 72/DIKTI/Kep/2000) selanjutnya dilengkapi dengan program studi Pengkajian Seni pada tahun 2002. Pada tahun 2004, kedua program tersebut disatukan menjadi Program Studi Magister Penciptaan dan Pengkajian Seni dengan surat izin Dirjendikti No. 1426/D/T/2004 tanggal 21 April 2002. Berdasarkan berbagai capaian yang telah diperolehnya, program studi ini pada tahun 2017 telah memperoleh sertifikat akreditasi dengan nilai A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Kemudian pada nomenklatur baru, berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 17/KPT/2019, program ini berganti nama Program Studi Seni Program Magister, Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Proses belajar mengajar di Program Pascasarjana ISI Yogyakarta dari tahun ke tahun senantiasa berpegang pada komitmen untuk meningkatkan kualitas dan kineija optimal dalam melahirkan intelektual seni. Pendidikan tingkat magister merupakan terminal yang sesuai dengan kualifikasi global serta memiliki kompetensi seorang calon akademisi seni. Maka, tahapan magister sangat penting sebagai wadah latihan akademik untuk memiliki kemampuan melakukan riset baik melalui penciptaan, pertunjukan, maupun pengkajian seni.

Sebagai sarana pendukung peningkatan kualitas layanan akademik, maka sejak tahun 2010 telah digunakan sistem komputerisasi untuk administrasi juga fasilitas hotspot, dan pengembangan sistem akademik daring, mulai dari proses pendaftaran, pengisian KRS hingga tahapan evaluasi akhir. Selain itu, Pascasarjana ISI Yogyakarta juga memiliki program rutin untuk meningkatkan wawasan mahasiswa dalam skala nasional maupun intemasional, serta menyertakan praktisi dan seniman baik secara intra maupun ekstra kurikuler.

Visi dan Misi

VISI

Program studi seni program magister program pascasarjana ISI Yogyakarta sebagai program studi unggulan di tingkat nasional dan Asia Tenggara pada 2026.

MISI

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi seni yang mengembangkan potensi pluralitas seni budaya  nusantara serta berorientasi pada kualifikasi dan kompetensi internasional.
  2. Meningkatkan kemampuan analitik, kreatif,  serta  riset  dalam penciptaan, pertunjukan, dan pengkajian seni pada tingkat nasional dan internasional.
  3. Memantapkan organisasi program pascasarjana untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan.
  4. Mengembangkan kerja sama dalam bidang penciptaan, pertunjukan, dan pengkajian seni dengan lembaga/institusi pendidikan pada tingkat nasional dan internasional.

Profil

  1. Tujuan dari program studi seni program magisteradalah menghasilkan intelektual seni yang memiliki kepribadian bersumber dari nilai- nilai budaya bangsa, mampu menciptakan, mempertunjukkan, dan meneliti bidang seni secara kontekstual dan profesional, berpikir kritis, mampu mengidentifikasi dan memecahkan masalah dalam bidang seni budaya serta  menyumbangkan keahliannya  kepada masyarakat.
  2. Profil lulusan program studi seni program magister adalah kreator dan peneliti seni yang berwawasan global dan profesional, serta dapat berperan dalam   masyarakat   berdasarkan   penghayatan terhadap nilai-nilai seni-budaya bangsa dan lingkungan.
  3. Program studi seni program magister adalah program interdisiplin dengan durasi waktu pendidikan paling lama empat tahun akademik
  4. Sistem pendidikan dalam program  studi  ini  dilakukan  dengan menggabungkan kuliah, seminar, studi kasus, dan studi lapangan.

Profil Lulusan

  1.     Intelektual Seni
    •   berkepribadian bersumber dari nilai-nilai budaya bangsa
    •   memecahkan masalah dan mengembangkan dunia seni budaya
    •   berpikir kontekstual, profesional, kritis
    •   menyumbangkan keahliannya kepada masyarakat
  1.     Kreator dan Peneliti Seni
    •   menghayati nilai-nilai seni budaya bangsa dan lingkungan
    •   mampu mencipta dan meneliti bidang seni
    •   berwawasan global dan profesional
    •   berperan dalam masyarakat

Lokasi

Kampus Program Pascasarjana ISI Yogyakarta terletak di jalan Suryodiningratan no. 8, Yogyakarta, oleh karenanya biasa juga disebut kampus Surya. Kampus ini berada di atas tanah seluas + 10.000 m2. Letaknya sangat strategis karena berada di dalam kota, namun tak terlalu bising dan bahkan relatif tenang, sejuk, serta nyaman untuk kegiatan belajar-mengajar. Kampus Surya yang indah dan tenang itu diharapkan dapat membina kreativitas, memunculkan karya-karya besar dan berkualitas.
Map: https://maps.app.goo.gl/ksatS5JDFAJtdug16

Perpustakaan

Koleksi buku terbanyak ada di Perpustakaan Pusat ISI Yogyakarta, namun buku-buku yang langsung diperlukan oleh para mahasiswa disediakan di Perpustakaan Program Pascasarjana.

Jurnal Ilmiah

Pascasarjana mempunyai jurnal Internasional IJCAS,dan  Jurnal Nasional yaitu Jurnal Tata Kelola Seni dan Jurnal Invensi

Tenaga Pengajar

  1. Prof. Dr. Djohan, M.Si
  2. Prof. Drs. M. Dwi Marianto, MFA., PhD
  3. Prof. Dr. M. Agus Burhan, M.Hum.
  4. Prof. Dr. Triyono Bramantyo, M.Mus.Ed., Ph.D.
  5. Prof. Dr. Suastiwi, M.Des
  6. Dr. G.R. Lono Lastoro Simatupang, M.A.
  7. Dr. Suwamo Wisetrotomo, M.Hum.
  8. Dr. Prayanto Widyo Harsanto, M.Sn.
  9. Dr. Rina Martiara, M.Hum.
  10. Kumiawan Adi Saputro, PhD.
  11. Dr. Fortunata Tyasrinestu, M.Si.
  12. Dr. Royke B. Koapaha, M.Sn.
  13. Octavianus Cahyono Priyanto, Ph.D.
  14. Dr. Alvi Lufiani
  15. Dr. Arif Suharson
  16. Dr. Edial Rusli
  17. Dr. Koes Yuliadi, M.Hum.
  18. Dr. Yohana Ari Ratnaningtyas, M.Si
  19. Dr. Muhammad Kholid Arif Rozaq, M.M.
  20. Dr. Citra Aryandari, M.A.
  21. Dr. Kardi Laksono
  22. Dr. Miftahul Munir
  23. Dr Ngurah Wedha Sahadewa
  24. Dr. Budi Irawanto, S.I.P., M.A.
  25. Dr. Dian Arymami, SIP, M.Hum.
  26. Oki Rahadianto Sutopo, Ph. D.
  27. Dr. Drs. H. Agus Rochiyardi, M.M
  28. T. Handono Eko Prabowo, MBA., Ph.D.
  29. Tito Imanda, PhD.
  30. Dr. Destha Titi Raharjana, S.Sos.,M.Si.
  31. Dr. Syamsul Maarif, M.A.
  32. Mochammad Faizal Rochman. S.Sn., M.T.
  33. Ary Martina K. Sutedja, BA, MM.
  34. Dr. Asep Hidayat, M.Mus.
  35. Bimo Wiwohatmo
  36. Heri Dono
  37. Butet Kartaredjasa
  38. Sutanto Mendut

Kurikulum

Minat Studi

  • Penciptaan Seni
  • Pengkajian Seni
  • Pertunjukan Seni

Minat Utama

  • Seni tari
  • Seni teater
  • Pedalangan
  • Musik Barat
  • Musik Nusantara
  • Seni Lukis
  • Seni Grafis
  • Seni patung
  • Kriya Tekstil
  • Kriya Kulit
  • Kriya Logam
  • Kriya Kayu
  • Disain Interior
  • Disain Produk
  • Diskomvis
  • Fotografi
  • Videografi

DESKRIPSI MATA KULIAH

EKSPLORASI SENI

Untuk minat penciptaan membantu mahasiswa menerjemahkan konsep-konsep yang diperoleh dalam mata kuliah metodologi penelitian, dengan cara mengaplikasikannya melalui penjelajahan ide-ide kreatif sebagai embrio awal untuk menemukan konsep karya yang ingin disusun dalam rangka ujian tugas akhir.

Untuk minat pengkajian diberikan dasar-dasar pengkajian seni terkait interdisiplin sosiologi, antropologi, psikologi, kajian budaya, sejarah dan lainnya. Dua hal penting dalam mata kuliah ini yaitu mengenai pendekatan (baik konseptual maupun metodologis) dan isu-isu kritis sesuai keadaan masa kini.  Tentang pendekatan konseptual, mata kuliah ini menggunakan rujukan hasil penelitian antara bidang seni dan nonseni atau antar cabang seni. Sementara isu-isu yang dikaji, dimaksudkan untuk mengembangkan hasrat mahasiswa agar dapat menjadi pemikir publik sesuai dengan tantangan dalam konteks Indonesia.

Untuk minat pertunjukan, mata kuliah ini membantu mahasiswa dalam menerjemahkan konsep-konsep yang diperoleh dari mata kuliah metodologi penelitian, dengan cara mengaplikasikannya melalui penjelajahan ide-ide kreatif sebagai embrio awal untuk menemukan konsep karya yang disusun dalam rangka ujian tugas akhir.

METODOLOGI PENELITIAN

Mata kuliah ini untuk memahami dan menguasai langkah-langkah penelitian untuk pengkajian, penciptaan, pertunjukan, dan tata kelola seni. Materi meliputi topik-topik perancangan, pengumpulan data, analisis, dan penulisan penelitian. Mahasiswa memulai dengan menyusun pertanyaan penelitian tentang dunia seni. Topik penelitian dipelajari lebih jauh melalui pustaka hasil-hasil penelitian sebelumnya, kemudian merancang strategi penelitian untuk menjawab pertanyaan penelitian.

 WACANA SENI – BUDAYA

Praktik seni yang berada di wilayah kreatif-artistik, tidak dapat dipisahkan dari praktik wacana sebagai bagian dari upaya menarasikan dan mengartikulasikan ide-ide, serta pesan yang ada dalam karya kreatifnya. Dengan demikian maka kerja (praktik kreatif) seni berada dalam ranah kerja kebudayaan. Sementara itu seiring dengan perkembangan praktik seni (terobosan material/medium, teknik/teknologi, batas-batas konvensi yang terus bergeser, digitalisasi seni, artificial intelegence (AI), dan lain-lain) berimplikasi pada perkembangan praktik wacana. Misalnya, bagaimana eksistensi seni setelah bersentuhan dengan digitalisasi, termasuk penggunaan teknologi AI; bagaimana membicarakan seni dalam konteks auratik seni, otonomi seni, berakhirnya seni, dan lain sebagainya. Mata kuliah Wacana Seni-Budaya mengajak mahasiswa untuk menguak dan membongkar praktik seni sekaligus praktik wacananya dalam konteks praktik kebudayaan.

KAJIAN SUMBER IDE

Mata kuliah ini terkait erat dengan kemampuan diskursif mahasiswa dalam memahami berbagai sumber ide yang didapatkan melalui fenomena dan kajian seni. Ide-ide selalu berelasi dengan peristiwa sejarah dan tidak bersifat independen tapi merujuk pada realitas. Kekayaan referensi, sumber-sumber utama yang terkait dengan pilihan minat mahasiswa, akan sangat membantu dalam nenentukan perspektif kritis terhadap topik yang dipilih.

 ESTETIKA

Estetika secara sederhana dapat dipahami sebagai filsafat keindahan. Mata kuliah ini diharapkan dapat secara spesifik mengkaji genre filsafat seperti filsafat Jawa, India, China, dan lainnya. Dengan pemahaman seperti itu mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman dasar untuk menggali estetika lokal yang terkait dengan pilihan topik pengkajian, penciptaan, atau pertunjukan.

 ESTETIKA TERAPAN

Mata kuliah ini merupakan kelanjutan dari mata kuliah eksplorasi seni sebagai langkah pendalaman dalam penciptaan karya. Untuk minat penciptaan, pembahasan sudah menukik pada persoalan kedalaman konsep karya dalam rangka mengembangkan seluruh elemen penciptaan karya.

Untuk minat pengkajian, mata kuliah ini merupakan kelanjutan dari eksplorasi seni yang membahas berbagai wacana interdisiplin dalam kajian seni. Penguasaan pada teori-teori seni untuk mendukung pengalaman dan pendalaman seni mahasiswa. Dengan melihat seni dalam perspektif yang lebih luas, mahasiswa dapat menempatkan kebaruan kajian seni.

Untuk minat pertunjukan, mata kuliah ini merupakan kelanjutan dari mata kuliah eksplorasi seni sebagai langkah pendalaman dalam pertunjukan seni. Pembahasan sudah menukik pada persoalan kedalaman konsep karya dalam rangka mengembangkan seluruh elemen pertunjukan seni.

METODOLOGI PENELITIAN ARTISTIK

Keterampilan utama yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa pascasarjana adalah melakukan penelitian secara mandiri sesuai dengan profil umum pendidikan tinggi tingkat pascasarjana. Semua penguasaan teori pada akhirnya akan diukur dari hasil penelitian, maka mahasiswa diharapkan memahami cara kerja sebuah penelitian akademis beserta asumsi filosofis. Metodologi Penelitian Artistik berorientasi pada penyelidikan seni dalam berbagai cara terukur agar diperoleh jawaban yang komprehensif.

KAJIAN SUMBER KREATIF

Merupakan kelanjutan dari mata kuliah Kajian Sumber Ide. Mata Kuliah ini lebih menekankan pada kemampuan analisis kritis terhadap karya-karya terdahulu yang berelasi dengan kepentingan sosial dan kemanusiaan. Karya sebagai teks didekati dengan mempertimbangkan aspek internal dan eksternal (kontekstual).

 KRITIK SENI

Di dalam mata kuliah ini mahasiswa akan belajar cara mengamati karya seni, mencatat, mendiskripsikan, menganalisis, dan mengevaluasi yang dituangkan dalam bentuk tulisan/esai, baik bersifat ilmiah, jumalistik, apresiatif, dan edukatif, memerikannya dalam bahasa, dan melihat posisi karya tersebut dalam praktik dan teori seni mutakhir. Pengamatan karya seni dilakukan secara langsung atas pameran, peristiwa dan pertunjukan atau di dalam kelas melalui arsip. Penulisan melatih mahasiswa untuk memberi perhatian pada segi-segi tertentu saja dari karya menurut sudut pandang teoretis tertentu. Terakhir, mahasiswa akan belajar melihat arti penting karya seni dalam praktik dan teori seni terkini.

MANAJEMEN STRATEGI

Dalam mata kuliah ini mahasiswa belajar menganalisis kondisi di dalam organisasi dan di luar organisasi. Tujuannya adalah merancang strategi organisasi, melaksanakan, dan mengevaluasinya. Pemahaman manajemen yang telah didapat di mata kuliah sebelumnya dipakai untuk memahami ‘gambar besar’ di luar organisasi dan bagaimana organisasi menempatkan diri di dalamnya untuk mencapai keunggulan. Organisasi di sini bisa mencakup organisasi laba maupun nirlaba.

 WISATA BERBASIS KOMUNITAS

Mata kuliah ini memberikan wawasan tentang dasar-dasar pembangunan ekonomi secara berkelanjutan melalui kreatifitas dan pengembangan wisata yang dimotori beragam komunitas. Gagasan ini merupakan daya kreatif masyarakat dalam pengembangan ruang-ruang budaya yang berbasis lokalitas.

 SENI DAN NEUROSAINS

Mata kuliah yang menggabungkan kajian neurosaintifik, fisiologis, dan psikologis untuk memahami proses syaraf yang mengaktifkan kreativitas artistik, keahlian artistik, dan evolusi kognisi simbolik pada berbagai jenis seni dengan media visual, auditif, kinetis, dan bahasa guna mengetahui bagaimana proses persepsi dan emosi mendasari penciptaan seni dan pengalaman estetis. Mata kuliah ini juga mengupas interaksi antara seni dan ekspektasi, pengalaman dan pengetahuan, serta perubahan apresiasi artistik secara sosial dan kontekstual yang diharapkan dapat memberi gambaran tentang potensi seni untuk memengaruhi kondisi mental, kesehatan, dan well-being. Salah satu materi pokok dalam kajian ini adalah kritik terhadap berbagai hasil riset terkini dengan dua pertanyaan utama yakni (1) bagaimana otak mengkomputansi apresiasi estetik untuk objek-objek sensori dan (2) bagimana seni diciptakan dan dialami.

SEJARAH SENI DAN POLITIK

Mata kuliah ini berisi pengantar sejarah sebagai perspektif melihat fenomena seni dalam kaitannya dengan politik. Seni selalu berkelindan dalam peristiwa politik, misalnya dalam konteks Indonesia, seni digunakan sebagai alat perjuangan, sebagai propaganda politik atau sebagai komentar dan kritik sosial politik. Sebagai contoh: Poster-poster perjuangan, lukisan era pra dan pasca kemerdekaan, aktivitas kelompok Taring Padi, aktivitas Seni Kolektif yang ada pada dunia teater, seni pertunjukan, sastra, dan sebagainya. Mahasiswa belajar memahami arsip tertulis dan sumber-sumber lisan, kelemahan dan kekuatan beragam sumber (tangible dan intangible). Tujuan menggunakan sejarah sebagai alat memahami dan membaca praktek sera wacana seni, agar mahasiswa memiliki perspektif kritis terhadap perkembangan sejarah seni (seni rupa, seni visual, seni pertunjukan, seni media rekam, atau seni kontemporer), praktik dan wacana seni dalam kaitan politik.

PENGELOLAAN WISATA BUDAYA

Mata kuliah interdisiplin ini dirancang untuk memberikan pemahaman tentang berbagai konsep, metode, dan teknik pengembangan budaya dan pariwisata di tingkat global, regional, dan nasional. Mahasiswa diharapkan mampu menyusun “perencanaan strategis” suatu proyek pengembangan budaya dan pariwisata berbasis data kuantitatif dan kualitatif.

SEMINAR

Di dalam mata kuliah seminar mahasiswa diberi contoh, diberi tugas, dan dibimbing menulis proposal tesis untuk diuji di akhir semester tiga. Proposal tesis ini terdiri dari tiga bagian, yaitu pendahuluan, kajian pustaka/karya, dan metode (ketiga bagian ini akan dipaparkan secara rinci di bagian lain dalam tulisan ini).

Tujuan dari kegiatan ini adalah mahasiswa menghasilkan proposal yang siap diuji. Untuk mencapai tujuan ini, dosen bertugas menunjukkan komponen apa saja yang perlu ada di dalam proposal, bagaimana proses penelitian/penciptaan karya yang baik, cara melakukan serta hasil kajian pustaka, cara dokumentasi apa saja yang perlu dimasukkan di dalam proposal, dan bentuk laporan.

 SENI DAN RETORIKA

Mata kuliah ini menjelaskan perkembangan kajian retorika dan bagaimana irisannya dengan seni. Dengan belajar ini mahasiswa bisa memanfaatkan retorika untuk mengurai bagaimana matra gambar, suara, wujud, dan gerak suatu karya seni mengajak, meyakinkan, dan membujuk orang yang ada di dekatnya.

SENI, MEDIA DAN INDUSTRIALISASI

Seni dalam ranah penciptaan, pengkajian, dan pertunjukan, akan selalu bertautan dengan media.  Mata kuliah ini mengelaborasi dan memberi perspektif kritis terkait berbagai praktik, pengkajian, dan pertunjukan seni dan bagaimana proses dan problema mediasinya.   Selanjutnya, dalam ranah industrialisasi seni akan beririsan dengan media.

PENGELOLAAN GALERI DAN MUSEUM

Mata kuliah ini memberikan pemahaman konseptual tentang manajemen seni rupa, meliputi peran dan tanggung jawab kurator dalam penyelenggaraan aktifitas peristiwa seni rupa di ruang publik, termasuk aktivitas di museum dan galeri. Dalam mata kuliah ini dikaji berbagai aspek kepakaran dalam bidang seni visual untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam pelaksanaan tugas kurator dan proses kuratorial pada museum dan galeri di tingkat nasional dan intemasional.

HUMANIORA DAN ESTETIKA DIGITAL   

Mata kuliah ini membawa konsep-konsep dasar dalam estetika memasuki dunia digital. Oleh karenanya, ciri-ciri pada objek seni perlu dipikirkan kembali karena objek digital tidak berwujud dan berbobot. Persepsi manusia melalui panca indera (terutama penglihatan) juga perlu direnungkan kembali karena teknologi digital memperluas sekaligus membatasi persepsi kita. Dengan demikian, cara kita membuat karya seni dan berinteraksi dengannya berubah. Ide dan proposal penciptaan untuk mata kuliah ini wajib memanfaatkan data digital atau media digital atau interaksi komputer-manusia. Selain itu, mata kuliah ini juga bertujuan memberikan pemahaman mengenai bidang kajian humaniora digital melalui paparan kelas, studi kasus, dan pengerjaan proyek kelompok. Mahasiswa belajar kemampuan mengumpulkan, mendigitalkan, mengurasi, dan menafsirkan artefak-artefak yang menyusun riwayat pengalaman seni dan kegiatan seni suatu kelompok/komunitas. Pertemuan-pertemuan disusun mengikuti alur umum-ke-khusus, dimulai dari konsep-konsep teoretis hingga kasus-kasus di bidang seni tertentu, dan diakhiri dengan praktik penelitian-pelestarian-pameran.

 RELIGIOSITAS SENI

Mata kuliah ini ingin mendiskusikan hubungan antara religi dan seni, dari berbagai tradisi agama dan kepercayaan. Kajian ini akan melihat wacana dan praktik seni dari perspektif religi, tegangan-tegangan yang terjadi dalam sejarah Indonesia, termasuk pemahaman halal dan haram untuk memediasikan dan membantu menemukan solusi mengatasi persoalan intoleransi yang mudah tersulut di tengah masyarakat Indonesia. Wacana/pemikiran dan praktik seni dengan perspektif religi dapat berkontribusi pada persoalan sosial-masyarakat, terutama terkait dengan hubungan antara religi dan kesenian.

PELAKSANAAN PENDIDIKAN DAN PERATURAN AKADEMI

  1. Pembimbingan Akademik

Setiap mahasiswa untuk kelancaran studinya mendapat bimbingan dari seorang pembimbing akademik (PA) yang ditunjuk oleh direktur Program Pascasarjana ISI Yogyakarta. Tugas PA adalah membimbing kegiatan akademik mahasiswa, antara lain memilih mata kuliah pilihan, mengisi KRS, dan membantu membahas topik tugas akhir. Pembimbing akademik bagi mahasiswa Program Studi Seni Program Magister adalah Ketua Program Studi.

  1. Perkuliahan
  2. Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS)

Pengisian KRS diadakan sesuai dengan waktu terjadwal. Setiap mahasiswa dapat mengikuti kuliah apabila telah mengisi KRS yang disetujui oleh dosen pembimbing akademik.

     3. Daftar Hadir Kuliah

Mahasiswa dan dosen wajib menandatangani daftar hadir setiap pertemuan yang diselenggarakan setiap minggu. Daftar hadir disiapkan petugas subbagian dikmawa Pascasarjana ISI Yogyakarta di kantor bagian akademik. Dosen mengambil daftar hadir dan sesudah perkuliahan selesai dosen wajib menyerahkan kembali. Daftar hadir dijadikan dasar untuk menentukan seorang mahasiswa bisa mengikuti ujian akhir semester. Mahasiswa dapat mengikuti ujian akhir semester apabila telah mengikuti minimal 90% dari kuliah yang diberikan.

  1. Daftar Nilai Kolektif dan Daftar Nilai Kemajuan Studi
  2. Daftar nilai kolektif (DNK) berisi daftar nama mahasiswa dan nilai ujian per semester setiap mata kuliah diserahkan ke Subbagian Dikmawa. Tenggat pengumpulan DNK mengikuti kalender akademik.
  3. DNK ditandatangani dosen pengampu dan diketahui oleh asisten direktur I. Daftar Nilai Kemajuan Studi (DNKS) disusun berdasarkan DNK setiap semester, sebagai surat keterangan untuk mengetahui kemajuan studi mahasiswa, ditandatangani oleh Asisten Direktur.
  4. DNKS setara transkrip akademik sementara, serta sebagai lampiran persyaratan mengikuti ujian akhir.
  5. Transkrip akademik adalah daftar seluruh mata kuliah yang pemah ditempuh dan nilai yang diperoleh mahasiswa, dilengkapi keterangan tentang satuan kredit semester kumulatif dan indeks prestasi kumulatif, yang pada hakikatnya memmjukkan bahwa ia telah memenuhi syarat dalam memperoleh gelar magister. Transkrip akademik memuat identitas singkat mahasiswa, judul tesis, pembimbing, serta predikat kelulusan, ditandatangani oleh direktur Pascasarjana ISI Yogyakarta dan diberikan setelah mahasiswa diwisuda.
  6. Beban dan Batas Studi

Beban studi atau jumlah kredit pendidikan adalah 40 SKS, yakni menyelesaikan mata kuliah wajib sebanyak 28 SKS, mata kuliah pilihan 2 buah total 4 SKS, seminar 2 SKS, dan tugas akhir/tesis sebanyak 8 SKS.

Semua persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan program Magister Seni hingga memperoleh gelar Magister Seni (M.Sn.) harus diselesaikan dalam waktu paling lama 8 (delapan) semester atau 4 tahun akademik, baik dengan cuti maupun tidak. Apabila tidak bisa menyelesaikan dalam kurun waktu tersebut, maka mahasiswa dianggap tidak mampu dan akan diterbitkan surat pemberhentian studi.

Status Mahasiswa dan Pengambilan Cuti Kuliah

Ada dua macam status mahasiswa, yakni aktif dan nonaktif.

  1. Mahasiswa Aktif

Untuk disebut sebagai mahasiswa aktif, mahasiswa waj ib membayar SPP penuh, memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Mahasiswa aktif berhak Mengikuti kegiatan akademik dan menggunakan fasilitas pendukungnya.

  1. Mahasiswa non Aktif/cuti

Mahasiswa yang cuti harus mendapat persetujuan dosen pembimbing akademik, membayar 20% dari uang SPP, dan tidak berhak mengikuti kegiatan akademik. Mahasiswa yang mengulang ujian tugas akhir tidak berhak mengajukan cuti. Masa cuti kuliah maksimal 2 (dua) semester, dan tidak diperhitungkan dalam masa studi.

Permohonan izin cuti kuliah dapat diajukan apabila mahasiswa:

  • Telah mengikuti kuliah selama dua semester, atau
  • Telah lulus minimal 20 (dua puluh) SK\

    3.  Mangkir

Mahasiswa yang tidak mendaftarkan diri tanpa keterangan selama 30 (tiga puluh) hari kalender sejak hari terakhir pendaftaran akan dianggap mangkir dan dihapus dari daftar mahasiswa Pascasarana ISI Yogyakarta.

Informasi PMB Program Magister >>>

Facebook