- Jl. Suryodiningratan No.8 Yogyakarta 55188 Indonesia
- Telp 0274-419791 Fax 0274-419791
- WA +62 858-9008-5880
- pasca@isi.ac.id
Informasi Perkuliahan Prodi Seni S3
Pelaksanaan Pendidikan
A. Program Studi dan Minat Studi
Berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 17/KPT/I/2019 tentang perubahan nama program studi pada Institut Seni Indonesia Yogyakarta maka Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni Program Doktor menjadi Program Studi Seni Program Doktor. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan pada tanggal 29 Januari 2019. Saat ini program doktor ISI Yogyakarta menjadi Program Studi Seni Program Doktor dengan minat studi mencakup penciptaan dan pengkajian seni.
B. Beban Studi, Lama Studi, dan Izin Cuti
Beban studi pendidikan doktor adalah 42 SKS. Seluruhnya dapat ditempuh dalam 6-14 semester. Semua persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan program doktor hingga memperoleh gelar Dr. Sn. (Doktor bidang seni) harus diselesaikan dalam waktu paling lama 14 (empat belas) semester atau 7 tahun akademik, baik dengan cuti maupun tidak. Apabila tidak bisa menyelesaikan dalam kurun waktu tersebut, atau belum melalui ujian kualifikasi sampai akhir semester ke-10, mahasiswa dianggap tidak mampu dan akan diterbitkan surat pemberhentian studi.
C. Status Mahasiswa
Ada dua macam status mahasiswa, yakni aktif dan cuti.
1. Mahasiswa Aktif
Untuk disebut sebagai mahasiswa aktif, mahasiswa wajib membayar SPP penuh, dan memiliki kartu tanda mahasiswa (KTM). Mahasiswa aktif berhak mengikuti kegiatan akademik, serta diperbolehkan menggunakan fasilitas pendukungnya.
2. Mahasiswa cuti
Mahasiswa yang cuti harus mendapat persetujuan dosen pembimbing akademik, membayar 20% dari uang SPP, dan tidak berhak mengikuti kegiatan akademik serta menggunakan fasilitas-fasilitas yang tersedia. Masa cuti kuliah maksimal adalah 2 (dua) semester dan tidak menambah masa studi mahasiswa. Permohonan izin cuti kuliah dapat diajukan apabila mahasiswa telah lulus ujian kualifikasi, atau dapat berdasarkan kebijaksanaan Pengelola yang disahkan Direktur Pascasarjana.
3. Mangkir
Mahasiswa yang tidak mendaftarkan diri tanpa keterangan selama 30 (tiga puluh) hari kalender sejak hari terakhir pendaftaran akan dianggap mangkir. Mahasiswa yang mangkir akan dianggap mengundurkan diri dan dihapus dari daftar mahasiswa pascasarjana ISI Yogyakarta.
D. Pindah Minat
Mahasiswa yang bermaksud pindah minat di tengah masa studi harus melalui tahap evaluasi ulang dan wawancara untuk dinilai kelayakannya.
Perkuliahan dan Ujian
Materi perkuliahan pendidikan pada program doktor disusun berdasarkan capaian pembelajaran program doktor 42 SKS sebagian besar digunakan oleh mahasiswa untuk melaksanakan penelitian sehingga proporsinya adalah :
- Mata Kuliah Wajib = 13 SKS
- Mata Kuliah Pendalaman Topik = 4 SKS
- Ujian Kualifikasi (Ujian Proposal) = 5 SKS
- Penelitian dan Penulisan Disertasi = 20 SKS
- Seminar Publik 4 SKS
- Kelayakan 4 SKS
- Ujian Akhir12 SKS
Jumlah Keseluruhan = 42 SKS
A. Sistem Penilaian
- Peserta Program Doktor dapat mengikuti ujian perkuliahan di semester 1 dan 2 apabila hadir kuliah minimal 90% .
- Ujian perkuliahan dalam bentuk tertulis atau lisan dan dilaksanakan sesuai waktu yang terjadwal dalam kalender akademik.
- Penilaian hasil belajar dinyatakan dengan angka dan nilai huruf
A | = 91-100 | B- | = 71-74 |
A- | = 87-90 | C | = 60-70 |
BA | = 83-86 | D | = 50-59 |
B | = 79-82 | E | = 0-49 |
B | = 75-78 |
Penasihat Akademik
Setiap mahasiswa berhak berkonsultasi dengan pembimbing akademik dalam hal perencanaan proses studi sejak semester pertama sampai selesai studi.
B. Pembimbingan
Tim pembimbing disertasi terdiri dari seorang promotor dan seorang kopromotor atau pembimbing pendamping, namun jika dipandang perlu dapat ditambah seorang kopromotor lagi sebagai pembimbing pendamping kedua. Mahasiswa dapat mengajukan calon Promotor maupun Kopromotor, namun penetapan akan dilakukan oleh pengelola dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Ketetapan mengenai Tim Promotor akan dituangkan pada surat keputusan Direktur, sehingga pembimbingan sudah dapat dilakukan sejak awal semester ketiga untuk penyusunan proposal yang akan dilanjutkan dengan ujian kualifikasi.
Persyaratan akademik bagi pembimbing utama atau promotor adalah minimal berjabatan guru besar, sedangkan kopromotor minimal bergelar doktor dan atau dalam hal sebagai pembimbing utama, dalam waktu 5 (lima) tahun terakhir telah menghasilkan paling sedikit:
- Satu karya ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi atau jurnal internasional yang bereputasi; atau
- Satu bentuk lain yang diakui oleh kelompok pakar yang ditetapkan senat perguruan tinggi.
Promotor dan kopromotor diutamakan yang berasal dari ISI Yogyakarta, namun apabila diperlukan salah seorang di antaranya (promotor atau kopromotor) dapat dipilih dari perguruan tinggi lain.
C. Penetapan Promotor dan Kopromotor
- Kriteria penetapan promotor/kopromotor didasarkan pada:
- Kesesuaian latar belakang pendidikan calon promotor/ kopromotor dengan topik disertasi;
- Kesesuaian riwayat publikasi promotor/kopromotor dengan topik disertasi; dan
- Setiap promotor/kopromotor hanya diperbolehkan membimbing maksimal 10 mahasiswa (termasuk sebagai promotor dan kopromotor)
- Promotor dan Kopromotor yang telah mendapat SK akan membimbing secara teratur mulai dari penyusunan proposal penelitian/penciptaan karya seni, persiapan ujian kualifikasi, pelaksanaan penelitian/penciptaan, penulisan disertasi, penilaian disertasi (ujian kelayakan), ujian, sampai dengan persiapan ujian terbuka (promosi doktor) atau mengikuti wisuda. Selain itu tim promotor juga membantu mahasiswa mempublikasikan hasil penelitian pada jurnal internasional bereputasi sesuai ketentuan dikti.
TAHAPAN STUDI
Tahapan studi pada program doktor penciptaan dan pengkajian seni setelah mengikuti kuliah terstruktur selama dua semester adalah ujian kualifikasi, seminar publik, penilaian kelayakan, dan ujian akhir (tertutup dan terbuka).
A. Ujian Kualifikasi
Ujian kualifikasi adalah ujian untuk menguji pengetahuan dan atau kreativitas seni peserta program doktor yang relevan dengan bidang ilmu atau bidang seni yang akan diteliti bagi penulisan disertasi atau karya seni yang akan diciptakan.
1. Persyaratan mengikuti ujian kualifikasi adalah:
- Telah lulus semua matakuliah semester 1 dan 2, dengan nilai setiap mata kuliah minimal B, kecuali MK Minat Topik yang penyelenggaraan dapat disesuaikan kebutuhan.
- Menyerahkan bukti kemampuan berbahasa Inggris asli dan fotokopi yang dikeluarkan oleh pusat bahasa ISI Yogyakarta atau lembaga penyelenggara ujian ITP TOEFL dengan skor minimal 500.
- Menyerahkan proposal penciptaan seni atau proposal penelitian untuk menyusun disertasi rangkap 6 (enam) selambat-lambatnya dua minggu sebelum pelaksanaan ujian.
2. Ujian kualifikasi mencakup:
- Materi proposal penciptaan/penelitian
- Penguasaan ilmu-ilmu yang relevan dalam penciptaan/ disertasi
- Pelaksanaan ujian kualifikasi
- Ujian kualifikasi dapat ditempuh paling cepat satu setengah tahun (tiga semester) sesudah diterima sebagai peserta program doktor.
- Ujian dilaksanakan oleh tim penguji yang terdiri atas ketua (ditunjuk oleh direktur) dan anggota yang terdiri dari promotor dan kopromotor serta 2 pakar dalam bidang ilmu yang relevan, dengan kualifikasi jabatan guru besar atau yang bergelar doktor selaku dewan penguji.
- Ujian dilaksanakan secara lisan selama 120 menit termasuk presentasi proposal penelitian atau penciptaan karya seni selama 20 menit
- Mahasiswa yang dinyatakan lulus tanpa perbaikan, wajib menyerahkan proposal yang telah ditandatangani oleh seluruh penguji maksimal 1 bulan setelah ujian. Mahasiswa yang lulus dengan perbaikan, wajib memperbaiki sesuai masukan dewan penguji antara 3 (tiga) bulan sampai paling lama 6 (bulan).
3. Cara penilaian ujian kualifikasi
- Penilaian berdasar pada penguasaan materi ujian, draf proposal, dan kemampuan berargumentasi secara akademik.
- Keputusan hasil ujian ditentukan oleh rapat dewan penguji.
- Hasil ujian adalah lulus tanpa perbaikan, lulus dengan perbaikan minor, lulus dengan perbaikan mayor, atau tidak lulus.
- Mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus mendapat kesempatan untuk mengikuti ujian ulang hanya satu kali. Ujian ulang harus diselesaikan paling lama pada akhir tahun kedua masa studi. Waktu pelaksanaan ujian ulang ditetapkan oleh direktur dengan usul dari promotor dan kopromotor. Mahasiswa yang tidak lulus keduakalinya dalam ujian kualifikasi dinyatakan tidak mampu melanjutkan pendidikan program doktor.
4. Penyampaian hasil ujian kualifikasi
- Hasil ujian disampaikan oleh ketua tim penguji setelah dewan penguji bersidang.
- Hasil ujian kualifikasi disampaikan kepada direktur oleh ketua dewan penguji.
- Peserta program doktor yang telah dinyatakan lulus ujian kualifikasi dan perbaikan proposalnya telah disahkan direktur memperoleh status sebagai kandidat doktor.
- Selanjutnya kandidat doktor diwajibkan mempresentasikan hasil perancangan/penelitian dalam seminar publik.
B. Penyusunan Disertasi dan Seminar Publik
- Disertasi disusun menurut format penulisan yang ditetapkan oleh program pascasarjana, ditulis sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar serta tidak mengandung unsur plagiarisme dan atau replikasi.
- Khusus untuk mahasiswa asing naskah disertasi ditulis dalam bahasa Indonesia dan sudah melalui konsultasi dan koreksi bahasa oleh peneijemah/editor yang biayanya dibebankan kepada mahasiswa yang bersangkutan.
- Sebelum diujikan pada ujian kelayakan, naskah disertasi wajib dipresentasikan oleh kandidat doktor dalam seminar publik, untuk mengetahui kemajuan dan hasil bimbingan. Selain itu, wajib mengikuti konferensi internasional ICAPAS sebagai presenter.
- Untuk seminar publik materi yang dipresentasikan haras sudah sampai pada hasil, analisis, pembahasan, dan kesimpulan. Naskah disertasi sudah disetujui oleh promotor dan kopromotor dan diketahui kaprodi. Naskah untuk seminar publik juga sudah melalui tahap praseminar publik untuk memeriksa tulisan, alur berpikir, dan materi presentasi yang akan dipresentasikan dalam seminar publik. Naskah praseminar publik dikumpulkan dua minggu sebelum pelaksanaan seminar publik. Apabila sudah memenuhi syarat praseminar publik, mahasiswa barn melaksanakan seminar publik. Mahasiswa dengan minat studi penciptaan telah mewujudkan dan memamerkan karya sebagai implementasi dari konsep penciptaan.
- Kandidat doktor menyelenggarakan seminar publik dengan peserta minimal berjumlah 20 orang termasuk promotor dan kopromotor. Seminar publik ini selain dihadiri oleh mahasiswa juga praktisi yang sudah diakui di bidangnya oleh masyarakat.
C. Penilaian Kelayakan Disertasi
- Penilai kelayakan berjumlah lima orang terdiri dari ketua, promotor, kopromotor, dan dua penilai yang dapat diusulkan oleh tim pembimbing. Usulan nama penilai kelayakan dari tim pembimbing akan menjadi usulan dan keputusan akhir ditetapkan oleh pengelola program pascasarjana.
- Penilaian kelayakan hanya dapat dilaksanakan dan menghasilkan keputusan, apabila dihadiri oleh minimal 4 orang anggota penilai termasuk tim pembimbing.
- Penilai kelayakan bertugas memberikan koreksi, masukan, penyempurnaan terhadap naskah yang diajukan, dan menyatakan layak, belum layak, dan tidak layak.
- Materi penilaian mencakup keseluruhan substansi karya seni/penelitian dan metodologi keilmuan.
- Mahasiswa harus dapat membuktikan naskah lolos uji plagiarisme dengan tingkat toleransi di bawah 20%.
- Catatan perbaikan-perbaikan yang dituangkan dalam disertasi harus disetujui oleh semua anggota penilai kelayakan yang dibuktikan dengan mengisi lembar berita acara penilaian kelayakan. Tim pembimbing menandatangani lembar persetujuan sebagai hasil proses evaluasi penilaian kelayakan, setelah anggota tim penilai lainnya menandatangani.
- Berita acara perbaikan penilaian disertasi wajib dilampirkan pada permohonan ujian akhir tertutup.
- Ada 3 (tiga) keputusan penilaian disertasi, yaitu: Layak tanpa perbaikan atau layak dengan perbaikan diberikan waktu selama 3 bulan,Belum Layak, dengan perbaikan diberikan waktu paling lama 6 bulan, Tidak layak
- Jika dinyatakan layak atau layak dengan perbaikan, maka dalam waktu maksimal 3 bulan, kandidat doktor dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian tertutup.
- Jika dinyatakan belum layak, maka disertasi harus diperbaiki dalam waktu paling lama 6 bulan. Jika dalam waktu tersebut kandidat doktor tidak mampu menyelesaikan perbaikan, maka akan diadakan penilaian ulang.
- Jika dinyatakan tidak layak, maka disertasi harus diperbaiki dalam waktu paling lama 6 bulan, dan diadakan penilaian ulang.
- Seluruh biaya administrasi akademik untuk ujian penilaian ulang dibebankan kepada mahasiswa yang bersangkutan.
D. Ujian Akhir
1. Tertutup
- Ujian tertutup dilaksanakan paling cepat pada semester ke-6 dan paling lambat pada semester ke-14.
- Syarat untuk ujian tertutup menyerahkan naskah yang telah terbit dalam bentuk cetak oleh jurnal terakreditasi berskala nasional 2 buah (paling rendah Sinta 2) atau jurnal setara internasional minimal 1 buah (IJCAS atau jurnal internasional lain yang terindeks) yang diterbitkan dalam masa studi.
- Ujian tertutup terdiri dari 7 (tujuh) orang dan dipimpin oleh direktur program pascasarjana atau ketua penguji yang ditetapkan oleh direktur program pascasarjana.
- Ujian tertutup untuk minat studi penciptaan diawali dengan penyajian hasil karya seni promovendus di depan tim penguji dalam bentuk pergelaran/pameran karya dalam waktu 60-120 menit, dilanjutkan dengan sidang ujian tertutup.
- Setiap keputusan pelaksanaan ujian ditentukan oleh pengelola setelah sebelumnya didiskusikan dengan tim pembimbing.
- Untuk pelaksanaan ujian di luar kampus, terkait akomodasi, perjalanan/ penerbangan, harus sesuai standar SBU/ Kementerian Keuangan.
- Tempat pelaksanaan ujian harus sesuai dengan tatacara ujian/pentas uji di dalam kampus Pascasarjana.
- Dewan Penguji dapat memutuskan promovendus untuk tidak melalui tahap terbuka dengan kriteria:
- Berhasil menerbitkan Jurnal Internasional setingkat SCOPUS bersama promotor/tim promotor, atau
- Menghasilkan karya, pameran atau pertunjukan monumental yang dinilai setara dengan tahap terbuka.
2. Terbuka
- Ujian terbuka dilaksanakan maksimal 3 bulan setelah ujian tertutup. Jika tidak dilaksanakan tanpa alasan yang jelas, maka ujian tertutup harus diulang, dan seluruh biaya administrasi akademik ditanggung oleh promovendus.
- Ujian terbuka diselenggarakan satu kali. Penilaian ujian meliputi penguasaan materi, serta sikap dan etika akademik.
- Ujian terbuka dilakukan oleh penilai yang beranggotakan 9 (sembilan) orang, termasuk ketua, promotor, dan kopromotor. Ujian terbuka dapat terselenggara apabila minimal dihadiri oleh 7 (tujuh) orang termasuk promotor dan atau kopromotor.
- Ujian terbuka diketuai oleh direktur program pascasarjana atau pengganti yang ditunjuk oleh direktur program pascasarjana.
- Ujian terbuka dihadiri oleh undangan yang dibatasi pada mereka yang dapat menyerap bidang yang bersangkutan.
- Paling lambat 2 (dua) minggu sebelum ujian terbuka, disertasi, ringkasan disertasi, dan syarat administrasi kelengkapan ujian terbuka sudah harus diterima oleh program pascasarjana.
- Pakaian penguji adalah toga dengan atasan kemeja putih berkerah dengan dasi kupu-kupu berwama hitam.
- Pakaian promovendus adalah pakaian sipil lengkap (pria) dan blazer (wanita).
- Waktu ujian promosi ditentukan oleh program pascasarjana dan ujian dilangsungkan paling lama 120 menit dalam bentuk presentasi ringkasan disertasi.
- Penentuan predikat kelulusan berdasarkan nilai ujian tertutup dan kemampuan mempertahankan disertasi di hadapan tim penguji ujian terbuka.
E. Predikat kelulusan
Predikat kelulusan adalah nilai IPK mahasiswa setelah melalui ujian akhir, dengan perincian sebagai berikut:
- Memuaskan : 3,00-3,50
- Sangat Memuaskan : 3,51-3,74
- Pujian (Cum laude) : 3,75 <
Predikat cum laude diberikan kepada mahasiswa yang menempuh pendidikan masa studi tidak lebih dari delapan (8) semester. Predikat sangat memuaskan diberikan kepada mahasiswa yang menempuh pendidikan tidak lebih dari empat belas (14) semester. Surat keterangan predikat kelulusan diberikan pada saat ujian terbuka. Ijazah yang ditandatangani oleh direktur program pascasarjana dan rektor akan diberikan jika prasyarat pengambilan ijazah telah terpenuhi.
F. Wisuda
Wisuda ditempuh oleh mahasiswa yang tidak menempuh ujian terbuka. Syarat untuk mengikuti wisuda adalah memenuhi segala kelengkapan persyaratan wisuda dan mengumpulkan buku publikasi disertasi ber-ISBN sebagai pengganti tahap terbuka sesuai dengan kententuan yang telah ditetapkan oleh program studi seni program doktor pascasarjana ISI Yogyakarta.
EVALUASI PENDIDIKAN
A. Evaluasi Hasil Studi
Ada tiga evaluasi terhadap kemajuan studi peserta program doktor, yaitu:
- Evaluasi pertama dilakukan pada akhir tahun pertama. Pada akhir tahun pertama mahasiswa harus lulus mata kuliah minimal 12 SKS. Jika tidak memenuhi ketentuan tersebut, maka mahasiswa dinyatakan tidak mampu mengikuti studi di pascasarjana ISI Yogyakarta dan akan diterbitkan surat penghentian studi.
- Evaluasi kedua dilakukan pada tahun kedua. Bila pada akhir tahun kedua mahasiswa belum lulus ujian kualifikasi maka mahasiswa tersebut dinyatakan tidak mampu melanjutkan studi di pascasarjana ISI Yogyakarta dan akan diterbitkan surat penghentian studi.
- Evaluasi ketiga dilakukan pada tahun ketujuh. Bila pada akhir tahun ketujuh mahasiswa belum lulus ujian tertutup maka akan dinyatakan tidak mampu melanjutkan studi di pascasarjana ISI Yogyakarta dan akan diterbitkan surat penghentian studi.
B. Syarat Pengambilan Ijazah
- Menyerahkan disertasi yang telah diperbaiki dengan mempertimbangkan masukan, sanggahan, dan saran para penilai ketika ujian terbuka, rangkap 3 dengan sampul tebal (hard cover) dan telah ditandatangani oleh tim penilai.
- Mengirimkan disertasi dalam bentuk soft copy.
- Mengumpulkan naskah publikasi dalam bentuk hard copy dan soft copy.
- Telah menyelesaikan semua ketentuan dan kewajiban administrasi di program pascasarjana ISI Yogyakarta.
- Mengumpulkan pasfoto berwarna ukuran 3x4 sebanyak 6 (enam) lembar, dengan latar belakang warna
- Buku kenang-kenangan untuk perpustakaan sesuai bidang ilmu setara S3, minimal 2 buah.
C. Penjiplakan
Penjiplakan adalah pelanggaran berat di dunia akademis karena penjiplakan membuat kebenaran dan pemeriksaan terhadap kebenaran menjadi sulit atau mustahil. Penjiplakan adalah pengambilan ide/tulisan orang lain menjadi milik sendiri. Bila didapati menjiplak, mahasiswa yang melakukan pelanggaran ini dapat dikenai sanksi berbentuk: tidak lulus mata kuliah, tidak lulus ujian disertasi, atau dikeluarkan dari pascasarjana ISI Yogyakarta.
D. Lain Lain
Ketentuan-ketentuan lain yang belum tercantum dalam buku pedoman akademik ini akan diatur dalam ketentuan tersendiri oleh program pascasarjana. Semua perubahan berlaku sesuai dengan buku pedoman akademik terbaru.