Promosi Doktor ke 37 Drs. Robby Hidajat, M.Sn.

Jum’at 10 Maret 2017 pukul 09.00– 12.30 WIB Pascasarjana ISI Yogyakarta menggelar Ujian Terbuka Drs. Robby Hidajat, M.Sn. Sidang diketuai oleh Prof. Dr. Djohan, M.Si., sebagai Promotor adalah Prof. Dr. Y. Sumandiyo Hadi, SST., SU., dan sebagai Kopromotor, Prof. Dr. I Wayan Dana, SST., M.Hum. Kemudian Dewan Penguji  Prof. Dr. AM. Hermien Kusmayati, SST., SU., Prof. Dr. PM Laksono, Dr. Sal Murgiyanto, Dr. Sumaryono, MA., Dr. Dewanto Sukistono, M.Sn., Prof. Dr. Kasidi, M.Hum. Saudara Drs. Robby Hidajat, M.Sn berhasil mempertahankan Disertasinya yang berjudul Transformasi Artistik Simbolik Wayang Topeng Di Kabupaten Malang Jawa Timur di hadapan Dewan Penguji sehingga lulus dengan predikat “Memuaskan” dan menjadi Doktor ke 37 dari PPs ISI Yogyakarta. dan merupakan Doktor di bidang Pengkajian Seni ke 16 dari PPs ISI Yogyakarta.

????????????????????????????????????

Disertasi saudara Promovendus mengambil latar belakang tentang  Wayang topeng di Malang sudah tumbuh berkembang lebih dari satu abad, sudah dilaporkan oleh etnografi Belanda, Pegeaud dalam bukunya Javaanse Volksvertoningen. Terbit 1938.  Seni pertunjukan yang mempunyai potensi bertahan itu merupakan daya tarik untuk dikaji.

????????????????????????????????????Kajian wayang topeng di Malang itu dirumuskan  (1) Mengapa  wayang topeng di Desa Kedungmangga mampu bertahan?, (2) Bagaimana proses transformasi  artistik-simbolik wayang topeng di Desa Kedungmangga?, dan (3) Apakah dampak transformasi artistik-simbolik terhadap pewaris aktif dan penyangga Wayang Topeng di Desa Kedungmangga?.

 Hasil Penelitian

     Hasil penelitian ‘usaha pelestarian’ yang bersifat sosial. Para penyangga wayang topeng di Desa Kedungmangga tidak menyadari, bahwa perubahan semata-mata hasil usaha adalah eksistensi sosial, keberadaan dan pengakuan status, peran, dan kepentingan individu dan lembaga.

Transformasi artistik, wayag topeng terjadi dari (1) macapat (bercerita) ke gerak yang ritmis, dan (2) Presentasi tokoh di pundhen ke bentuk dramatari.

Transfomasi simbolik melalui fungsi (1) wayang topeng sebagai eksitensi antara masyarakat dan leluhurnya sebagai ikatan ‘kekeluargaan,’ dan (2) wayang topeng sebagai wujud ikatan hierarkis masyarakat dengan  kamituwa sebagai ‘pusat.’ Simbol regulasi wayang topeng menunjukan kondisi dari masa lalu  ke masa kini yang terjalin dengan tujuan berbangsa dan bernegara, yaitu nasionalisme.

    Berdasarkan paparan di atas, dampak transformasi artistik simbolik pada pewaris aktif dan penyangganya. Bagi pewaris aktif sebagai ketua perkumpulan, seniman, dan pedagang kerajinan topeng. Bagi penyangga wayang topeng sebagai transmisi memperluas fungsi keberbagai lembagaan melalui pembelajaran materi pendidikan seni tari dan ivent-ivent pariwisata.

 Manfaat Hasil Penelitian

????????????????????????????????????

           Memberikan aspek praktis tentang mekanisme ‘perubahan    kesenian’ yang berguna untuk masyarakat seni pertunjukan, peneliti dan pengambil kebijakan bidang kesenian. Seni dalam masyarakat bukan sebuah produk yang ditentukan oleh individu atau institusi. Namun suatu yang terkait secara sosial. Ketika individu atau institusi sosial mengalami perubahan, maka terjadi penyesuaian secara menyeluruh.

????????????????????????????????????

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2015 Pascasarjana ISI Yogyakarta

Facebook