Promosi Doktor ke 32 Dra. Sri Supriyatini, M.Sn

Kamis, 01 September 2016 pukul 10.00– 12.30 WIB Pascasarjana ISI Yogyakarta menggelar Ujian Terbuka Dra. Sri Supriyatini, M.Sn. Sidang diketuai oleh Prof. Dr. Djohan, M.Si. , Prof. Dr. Setiawan Sabana, M.F.A. sebagai Promotor, Prof. Drs. SP. Gustami, SU. Kopromotor, dan Dewan Penguji  Prof. Dr. M. Agus Burhan, M.Hum., Prof. Drs. Soeprapto Soedjono, M.F.A.,Ph.D., Dr. Edi Sunaryo, M.Sn., Dr. H. Suwarno Wisetrotomo, M.Hum., Dr.St. Sunardi, Dr. Wiwik Sushartami Saudari Dra. Sri Supriyatini, M.Sn. berhasil mempertahankan Disertasi yang berjudul Tantri Interpretasi Nilai Perjuangan Perempuan Bali Masa Kini di hadapan Dewan Penguji sehingga lulus dengan predikat “Sabgat Memuaskan” dan menjadi Doktor ke 32 dari PPs ISI Yogyakarta. dan merupakan Doktor di bidang Penciptaan Seni ke 20 dari PPs ISI YogyakartaIMG_2042

Di dalam Disertasinya Fabel Tantri merupakan salah satu jenis kumpulan dongeng binatang yang berkembang di Indonesia, sumbernya berasal dari cerita Pancatantra, India. Cerita Pancatantra telah  disadur ke dalam  berbagai bahasa, antara lain  bahasa Persia kuno oleh Tabib Barzaih. Penyair terkenal dari Arab, Ibnu al-Muqaffa, dikenal sebagai penulis cerita Kalilah Wa Dimnah dengan makna yang sama.

 Cerita Tantri mengkisahkan raja Eswaryadala yang mempunyai kesenangan menikah setiap hari,  hingga akhirnya tinggal seorang gadis yang tersisa yaitu Dyah Tantri. Dengan perjuangan dan kecerdasannya akhirnya Tantri dapat menyadarkan kekhilafan berbuatan Eswaryadala dari sifat buruk menjadi lebih baik, lewat penuturan cerita binatang yang mengandung ajaran etika dan moral.

Cerita Tantri dimaknai oleh seniman menjadi berbagai karya seni rupa, seperti relief, lukisan dan patung, yang terdapat di candi candi di Jawa maupun Bali. Bagi penulis yang hidup di lingkungan perempuan Bali, spirit perjuangan Tantri diinterpretasikan sebagai semangat perjuangan perempuan cerdas yang dapat merubah seseorang dari kondisi kegelapan karena kebodohan dan ketidaktahuan menjadi tercerahkan dengan ilmu pengetahuan. Tantri adalah pengetahuan, diperlukan bagi perempuan Bali masa kini tetapi  masih termarjinalkan diantara budaya patriarki.

Perjuangan untuk  meraih keadilan atas hak aktualisasi diri yang hingga kini masih belum sepenuhnya didapatkan.  Perempuan Bali dikenal akan etos kerjanya yang tinggi, pekerja keras, serta pengabdian terhadap keluarga, sehingga perempuan Bali menjadi perempuan yang tangguh dan terampil. Pada akhirnya kecerdasan juga menentukan atas pengakuan potensi perempuan IMG_2125agar dapat mandiri dalam bersikap. Dengan demikian penciptaan karya seni rupa ini menghasilkan konsep utama tentang: “Perempuan Tangguh, Terampil, dan Cerdas”.

Tujuan penciptaan ini untuk menciptakan tokoh karakter perempuan tangguh, terampil, dan cerdas dalam bentuk fabel sebagai sarana kritik atas fenomena sosial perempuan Bali. Sedangkan metode yang digunakan adalah eksplorasi tentang sumber penciptaan dan pengalaman pribadi saya, pengumpulan identifikasi data, perancangan yang terdiri dari merancang bentuk atau sketsa, eksperimen bahan dan teknik, pembentukan. Dilanjutkan dengan  menganalisis karya seni yang dihasilkan, mencakup  uraian tentang visualisasi gagasan, bentuk, media, serta pesan moral yang terkandung. Implementasi konsep ke dalam bentuk estetik melalui media fabel, lewat karakter tokoh angsa sebagai simbol perempuan tangguh, lembu simbol bijaksana, singa sebagai penguasa,  serigala licik, gajah yang arogan, dan  bangau yang serakah.

Rancangan dikemas dalam karya seni rupa dua dimensional, dalam bentuk lukisan partisi. Partisi sebagai simbol ruang pribadi perempuan yang masih dibatasi oleh sekat peraturan, hukum, adat istiadat, sehingga perempuan merasa geraknya terbatas.Rancangan kedua dalam bentuk buku pop-up dari kayu,buku sebagai simbol seseorang menuju cerdas, seorang perempuan agar dapat melampaui sekat dia harus cerdas dan berwawasan luas. Diharapkan karya seni rupa ini dapat menambah kekayaan khasanah seni rupa di Indonesia, ditinjau dari konsep, media, dan rancangan yang diungkap. Wujud luaran dari proses penciptaan ini adalah karya seni rupa dan laporan penciptaan seni atau Disertasi.IMG_2142

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2015 Pascasarjana ISI Yogyakarta

Facebook