‘NGE-MALL’ MEMBUAT SRITI MENDAPAT GELAR DOKTOR KE 47 PPS ISI YOGYAKARTA

Ujian TerbukaComments Off on ‘NGE-MALL’ MEMBUAT SRITI MENDAPAT GELAR DOKTOR KE 47 PPS ISI YOGYAKARTA

Jum’at, 16 Maret 2018 pukul 10.00 WIB Pascasarjana ISI Yogyakarta menggelar Ujian Terbuka Sdri Sriti Mayang Sari Bertempat di Concert Hall PPs ISI Yogyakarta Sidang diketuai oleh Prof. Dr. Djohan, M.Si., sebagai Promotor adalah Prof. Drs. M. Dwi Marianto, M.F.A., Ph.D. serta Dr. Suastiwi, M.Des.  dan Dewan penguji Prof. Dr. M. Agus Burhan, M.Hum., Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra, Dr. St. Sunardi, Kurniawan Adi Saputro, Ph.D., Dr. H. Suwarno Wisetrotomo, M.Hum., Dr. Prayanto Widyo Harsanto, M.Sn.

Kebiasaan menghabiskan waktu luang bersama teman-teman atau yang dikenal dengan istilah ‘nge-mall’ menjadi topik menarik bagi Sriti Mayang Sari yang dituangkan dalam disertasi berjudul ‘Makna Ruang Interior Shopping Mall Tunjungan Plaza di Surabaya’ dan berhasil mempertahankan di hadapan Dewan Penguji sehingga lulus dengan predikat “Memuaskan” dan menjadi Doktor ke 47 dari PPs ISI Yogyakarta. dan merupakan Doktor di bidang Pengkajian Seni ke 23 dari PPs ISI Yogyakarta.. Mal modern pertama, terbesar, dan bagian dari superblok Tunjungan City di Surabaya. Superblok merupakan gabungan antara mal, perkantoran, hotel, dan kondominium. Tunjungan Plaza dirancang dengan pertimbangan desain yang sesuai dengan definisi ruang perbelanjaan pada umumnya, baik dari segi fungsi, bentuk, ukuran, pola, maupun suasana ruang. Faktor fungsi sering hanya mengacu pada permasalahan dimensional saja, padahal faktor pengguna dengan nilai-nilai budaya yang dibawanya, interaksi pengguna dengan ruang lebih mendalam. Hal ini membuat perancangan ruang lebih dinamis. Tunjungan Plaza ketika digunakan oleh pengguna ruang yang beragam nilai-nilai budaya yang dibawanya banyak memunculkan pengalaman keruangan yang menarik.

Tunjungan Plaza sebagai sebuah mal tidak hanya sebagai tempat belanja, transaksi jual beli barang maupun jasa saja, tetapi juga sebagai tempat di mana pengunjung mal merasakan berbagai pengalaman, seperti berkumpul, menghabiskan waktu luang dengan bujukan berbagai fasilitas, kenyamanan, dan fantasi ruang. Sebuah pasar modern yang menjual pengalaman membeli barang, jasa, gaya hidup, mimpi, simbol, dan  fantasi dalam ruang interior yang ber-AC, sirkulasi tidak berdesakan, faktor kenyamanan, kemudahan, citra menjadi pertimbangan utama. Hal-hal yang memikat hasrat banyak orang untuk datang dan mengalaminya.

Hasrat adalah keinginan atau harapan yang kuat akan sesuatu dan harus terpenuhi dan terlampiaskan. Hasrat pengunjung mal akan sesuatu ada yang sudah dibawa sejak sebelum masuk ke dalam mal dan apa pula hasrat yang terjadi secara spontan. Hasrat akan sesuatu barang atau jasa yang sudah ada sebelum masuk mal, biasanya begitu memasuki mal hasrat mereka menjadi tidak terkontrol terkena ‘aura mal’ yang menggoda, tunduk pada pesona barang dan jasa dengan atmosfer ruang tematik. Sedangkan hasrat spontan pengunjung mal timbul ketika melihat, merasakan godaaan akan barang atau sesuatu, hal ini dapat timbul atau dibangkitkan karena melihat milik orang lain, iklan, promosi, ataupun karena dikondisikan dengan seting ruang. Pada umumnya pengunjung mal Tunjungan Plaza mempunyai hasrat terhadap barang atau jasa yang ditawarkan dan seringkali tunduk, tidak berkutik di bawah pesona, daya tarik, bujuk rayu barang atau jasa yang ditawarkan. Namun bagi mereka hasrat sebagai energi, semangat untuk bahagia. Memang  manajemen mal Tunjungan Plaza bersama para penyewa ruang mengkondisikan atau mengkonstruksi ruang-ruang interior sebagai ruang pembangkit hasrat agar pengunjung mengonsumsi barang dan jasa yang ditawarkan. Bagi pengunjung ruang-ruang di mal ini sebagai ruang pelepas hasrat, hasrat sosial, ekonomi, dan konsumsi.

Penelitian ini memberi sumbangan pengetahuan berupa informasi tentang banyak hal penting yang dialami langsung oleh pengguna ruang, dalam hal ini pengunjung dan penyewa mal ketika beraktivitas di dalam ruang mal. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk merancang kembali interior mal yang sesuai dengan kondisi lokal. Penelitian ini juga memperkaya teori interior yang sudah ada dan bermanfaat bagi perkembangan desain interior karena menyumbangkan berbagai informasi tentang pemanfaatan ruang-ruang di mal Tunjungan Plaza Surabaya yang belum banyak diketahui atau pun disadari pemanfaatannya.

Comments are closed.

© 2015 Pascasarjana ISI Yogyakarta

Facebook