Penciptaan dan Pengkajian Seni

*) Download Formulir Pendaftaran S2 Penciptaan dan Pengkajian Seni 2016>>

Program Studi Magister Penciptaan Seni Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta merupakan program studi yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia (SK No. 72/DIKTI/Kep/2000); selanjutnya dilengkapi dengan program studi Pengkajian Seni pada tahun 2002. Kemudian pada tahun 2004 kedua program tersebut disatukan menjadi Program Studi Magister Penciptaan dan Pengkajian Seni dengan surat izin Dirjendikti No. 1426/D/T/2004 tanggal 21 April 2002. Berdasarkan berbagai capaian yang telah diperolehnya, program studi ini pada tahun 2012 telah memperoleh sertifikat akreditasi dengan nilai B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Proses belajar mengajar di Program Pascasarjana ISI Yogyakarta dari tahun ke tahun senantiasa berpegang pada komitmen untuk meningkatkan kualitas dan kinerja optimal dalam melahirkan intelektual seni. Pendidikan tingkat magister merupakan terminal yang sesuai dengan kualifikasi global serta memiliki kompetensi seorang calon akademisi seni. Maka, tahapan magister sangat penting sebagai wadah latihan akademik untuk memiliki kemampuan melakukan riset baik melalui media penciptaan maupun pengkajian seni.

Sebagai sarana pendukung peningkatan kualitas layanan akademik, maka sejak tahun 2010 telah digunakan sistem komputerisasi untuk administrasi juga fasilitas hotspot, dan pengembangan website, mulai dari proses pendaftaran, pengisian KRS hingga tahapan evaluasi akhir. Selain itu, PPs ISI Yogyakarta juga memiliki program rutin untuk meningkatkan wawasan mahasiswa dalam skala Nasional maupun Internasional, serta menyertakan praktisi dan seniman baik secara intra maupun ekstra kurikuler.

Demikian Buku Pedoman Akademik singkat ini sebagai pengantar dan informasi administrasi akademik. Kami dari pengelola mengucapkan selamat atas kedatangan anda sebagai bagian dari keluarga besar PPs ISI Yogyakarta angkatan 2015-2016, semoga dalam proses selanjutnya, kerja sama dan proses belajar mengajar berjalan dengan baik.

Program Studi & Minat Studi

Program Pascasarjana ISI Yogyakarta menyelenggarakan program strata dua (S2) dengan nama Program Studi Magister Penciptaan dan Pengkajian Seni, dalam dua minat studi:

Minat Studi Penciptaan Seni dan Minat Studi Pengkajian Seni.

Biaya Pendidikan

  1. Biaya SPP setiap semester adalah Rp. 000.000,- (enam juta rupiah), dibayar melalui rekening atas nama BPN 030 ISI Yogyakarta.
  2. Biaya SPP setiap semester bagi mahasiswa asing (WNA) Rp. 12.000.000,- (dua belas juta rupiah).
  3. Bagi mahasiswa yang oleh karena urusan perbaikan tesis atau sebab lain sehingga wisuda tertunda diwajibkan membayar biaya 50%.
  4. Besaran SPP sewaktu-waktu bisa berubah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  5. Ketentuan Pembayaran.

biaya s2 15

KALENDER AKADEMIK >>

KURIKULUM 

kurikulum S2 15

Keterangan:

  • Mata Kuliah Pilihan pilih salah satu

DESKRIPSI MATA KULIAH

TEORI SENI

Mata kuliah Teori Seni memberikan pengetahuan mengenai berbagai teori seni, baik teori tentang seni (theories about art) dan teori seni (theories in art). Mata kuliah ini tidak hanya bersifat memaparkan tentang apa itu seni, seberapa besar seni ini berfungsi dalam masyarakat, dan bagaimana peran seni, tetapi juga bagaimana implementasi teori seni dalam proses formalisme dalam karya seni. Mata kuliah ini menjadi dasar yang sangat penting dalam pengertian yang luas tentang seni, sehingga mahasiswa dapat menjelajahi berbagai macam pola pikIr dan nilai dalam mencipta dan mengkaji karya seni.

SEJARAH SENI

Mata kuliah ini tidak berisi tentang hapalan sejarah, tetapi cara menulis sejarah. Mahasiswa akan belajar memahami arsip tertulis dan kesaksian lisan, kelemahan dan kekuatan masing-masing jenis rekaman. Tujuannya bukan untuk menjadi sejarahwan, namun memahami sejarah dari bahan-bahannya, ketimbang dari tulisan akhir. Arsip sejarah seni rupa mutakhir bisa didapatkan dari yayasan seni dan perpustakaan daerah.

SOSIOLOGI SENI

Sosiologi Seni adalah mata kuliah teoretik yang mengajarkan tentang seni sebagai sistem simbol yang dikaitkan dengan masyarakat sebagai sistem sosial. Merupakan pemikiran sistematis tentang kehidupan bersama manusia, selalu bersifat skruktural maupun kultural. Sosiologi bukan saja dikaitkan dengan gagasan-gagasan, nilai-nilai, dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat, melainkan juga dengan struktur ekonomi dan sosial; dengan pembagian kekuasaan dan stratifikasi sosial.

FILSAFAT SENI

Mata kuliah ini secara umum membahas tentang estetika, konsep, dan teori seni sejalan dengan perkembangan dan perubahan jaman, sesuai dengan pandangan masyarakat pada jamannya. Pokok bahasan utama mata kuliah ini memusatkan perhatian pada pandangan, konsep, dan teori estetik secara komprehensif yang bermanfaat untuk membedah karya seni, baik secara tekstual maupun kontekstual. Mahasiswa dapat memahami berbagai fenomena (alam, sosial, politik, ekonomi dan budaya) yang berpengaruh bagi perkembangan seni serta dapat memahami berbagai pandangan, konsep, dan teori seni secara komprehensif dan sistematis.

KRITIK SENI

Di dalam mata kuliah ini mahasiswa akan belajar cara mengamati karya seni, baik jurnalistik, apresiatif, edukatif, maupun evaluatif, memerikannya dalam bahasa, dan melihat posisi karya tersebut dalam praktik serta teori seni mutakhir. Pengamatan karya seni dilakukan secara langsung atas pameran dan pertunjukan atau di dalam kelas melalui arsip. Penulisan melatih mahasiswa untuk memberi perhatian pada segi-segi tertentu saja dari karya menurut sudut pandang teoretis tertentu. Terakhir, mahasiswa akan belajar melihat arti penting karya seni dalam praktik dan teori seni terkini.

TEORI KEBUDAYAAN

Di dalam mata kuliah ini, mahasiswa akan belajar tentang bagaimanah pemberian kemampuan menggunakan teori-teori kebudayaan dalam proses observasi, persepsi, dan sintesis objek penciptaan seni.

ANTROPOLOGI SENI

Di dalam mata kuliah ini mahasiswa akan belajar tentang berbagai macam konsep seni, seniman, dan pranata kesenian dalam berbagai teori antropologi, yang menunjang penciptaan seni dengan penekanan pada masalah fungsi dan perwujudan seni dalam berbagai aspek kehidupan manusia.

METODE PENELITIAN

Mata kuliah ini berisi pengertian, perancangan, pengumpulan data, dan penataan data kuantitatif maupun kualitatif. Mahasiswa akan belajar merancang dengan tepat strategi penelitian kuantitatif dan kualitatif untuk menjawab pertanyaan penelitian mereka sendiri. Pengumpulan data mencakup data pengamatan dan kata-kata tertulis maupun terucap dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, kuesioner, dan pengumpulan arsip, baik secara analog maupun digital. Selanjutnya, mahasiswa akan belajar menata data-data yang didapat dalam kerangka konsep penelitian, mencoba teknik-teknik pengodean, teknik-teknik analisis, dan menulis hasil penelitian. Kerangka konsep membuat jelas dan menata hubungan antarkonsep dengan cara menggambarkannya dalam satu lembar secara skematis. Teknik-teknik analisis data berisi kegiatan memaparkan, menjelajah, dan menjelaskan data.

SENI DAN MEDIA

Mata kuliah ini berisi keterkaitan karya seni dan penciptaan seni dengan media massa. Media massa bukan hanya penyadap temuan-temuan estetik dari para seniman yang menjelajahi bentuk-bentuk baru, namun sebaliknya media massa mengilhami proses penciptaan seniman seperti terlihat dalam karya kolase, kilas-balik, dan parodi. Mata kuliah ini bergerak ke dua arah, menilik sumbangsih seni untuk media massa dan berupaya memantulkan dunia yang termediasi ke dalam karya seni.

SENI DAN LINGKUNGAN

Mata kuliah ini bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa berkaitan dengan kaitan antara seni dengan lingkungan, disiplin kreatrif dan inovatif yang berusaha untuk menyatukan berbagai macam bentuk seni dengan cara menggabungkan berbagai wawasan artistik sebagai dimensi kontemporer, baik dalam konteks linier maupun interaktif.

SENI DAN KETUBUHAN

Tubuh adalah sejarah yang menarasikan kisah yang ada di dalam ingatan yang ada di dalam tubuh sang kreator. Penciptaan Seni: Theory and Experimentasi. Corporeality adalah bagaimana tubuh mengisahkan realitas di sekitar kita.Corporeality adalah ilmu tentang tubuh yang mulai banyak diminati dalam pendekatan mahasiswa tingkat magister dan doktoral. Etnografi, etnostory, mengonseptualkan, menarasikan, meruangkan, ingatan tentang sejarah tubuh kita baik sebagai kreator maupun narator.

SENI DAN SIMBOL

Mata kuliah ini memberikan pembahasan luas mengenai berbagai prinsip mengenai tanda serta maknanya, seperti semiotik, heurmeneutik, ikonologi, maupun fenomenologi. Hal ini bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjelajah luas mengenai tanda-tanda yang digunakan dalam karya seni yang bisa mendorong dan mengembangkan daya kreatif dalam berkesenian. Tanda sebagai isyarat yang digunakan untuk mewakili sesuatu yang memungkinkan mahasiswa berfikir dalam berkarya seni dalam menyampaikan konsep/gagasan kepada orang lain dan sekaligus makna di dalamnya.

METODE PENELITIAN PENCIPTAAN SENI 1

Keterampilan utama yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa Pascasarjana adalah melakukan penelitian secara mandiri. Sesuai dengan profil umum pendidikan tinggi tingkat Pascasarjana adalah menjadi seorang peneliti. Berbagai teori dan wacana mengenai kehidupan sosial sehari-hari dapat dipelajari sebagai bagian dari tujuan utama mata kuliah ini. Semua penguasaan teori pada akhirnya akan diukur dari hasil penelitian mahasiswa(tugas akhir). Maka, mahasiswa dituntut untuk memahami cara kerja sebuah penelitian akademis beserta asumsi filosofis yang menyertainya. Metodologi penelitian baik dalam penciptaan (practice-based research) maupun pengkajian berorientasi pada penyelidikan seni dalam berbagai cara terukur agar diperoleh arah jawaban yang khas (warna seni). Tujuan: agar mahasiswa memahami logika dan asumsi-asumsi pokok sebuah penelitian seni, mahasiswa menguasai metode pengumpulan data, mahasiswa dapat mengembangkan minat dan tema penelitian, mahasiswa dapat menghasilkan karya seni berdasarkan riset. Setiap mahasiswa harus dapat menghasilkan suatu proposal penelitian di akhir semester.

METODE PENELITIAN PENCIPTAAN SENI 2

Merupakan kelanjutan dari mata kuliah metode penelitian Penciptaan Seni 1 yang masih bersifat umum, pada mata kuliah metode penelitian Penciptaan Seni 2 sudah mengarah pada rencana tugas akhir penciptaan karya seni masing-masing mahasiswa.

PENCIPTAAN 1

Mata kuliah ini membantu mahasiswa untuk menterjemahkan konsep-konsep yang mereka peroleh dalam mata kuliah metode penelitian Penciptaan Seni 1, dengan cara mengaplikasikannya melalui penjelajahan ide-ide kreatif sebagai embrio awal untuk menemukan konsep karya yang ingin mereka susun dalam rangka ujian tugas akhir penciptaan karya.

 PENCIPTAAN 2

 Mata kuliah ini merupakan kelanjutan dari mata kuliah penciptaan 1, dengan pusat pembahasan sudah menukik pada persoalan kedalaman konsep karya yang dipersiapkan sebagai tugas akhir penciptaan karya. Di dalamnya sudah tidak lagi berisi pada penjelajahan ide, tetapi sudah sampai pada tahap analisa karya, yang secara metodologis diperkuat dengan materi yang didapatkan pada kuliah metode penelitian Penciptaan Seni 2.

PENGKAJIAN 1

Mata kuliah ini memberikan dasar-dasar pengkajian seni terkait interdisiplin sosiologi, antropologi, psikologi, kajian budaya, sejarah dan lainnya. Sehingga dua hal penting dalam mata kuliah ini yaitu mengenai pendekatan (baik konseptual maupun metodologis) dan isu-isu kritis sesuai keadaan masa kini. Tentang pendekatan konseptual, mata kuliah ini menggunakan rujukan hasil penelitian antara bidang seni dan non-seni atau antar cabang seni. Sementara isu-isu yang dipilih, dimaksudkan untuk mengembangkan hasrat mahasiswa agar kelak dapat menjadi pemikir publik sesuai dengan tantangan dalam konteks Indonesia. Isu yang diberikan di sini masih bersifat umum dengan harapan agar mahasiswa dapat menemukan isu yang kebih spesifik guna keperluan penelitian tesis. Apa makna seni bagi masyarakat jaman sekarang? Mata kuliah ini dimaksudkan agar mahasiswa (1) Memiliki informasi awal tentang wawasan dan pendekatan interdisiplin, (2) Mengenal isu-isu perkembangan seni yang kontekstual dan relevan bagi Indonesia saat ini,(3) mengenal sejumlah pendekatan interdisiplin yang besar kemungkinan bisa direncanakan untuk penulisan tesis. (4) memiliki ketrampilan dalam penulisan ilmiah melalui tugas perkuliahan.

PENGKAJIAN 2

Mata kuliah ini merupakan kelanjutan dari Pengkajian Seni I di mana membahas serta menghantar tentang berbagai wacana interdisiplin dalam kajian seni. Pada bagian kedua ini akan dibahas secara lebih detil berbagai teori dan wacana yang akan menjadi salah satu warna pengkajian seni. Secara konseptual mahasiswa mempelajari mengenai pemanfaatan, peran, fungsi, pengaruh ataupun hubungan antara teori seni dalam wacana teori sosial, antropologi, psikologi, kajian budaya, sejarah dan sebagainya. Sehingga akan tampak pendalaman dan kelanjutan dari apa yang sudah dipelajari dalam Pengkajian Seni I sebagai bahan eksperimentasinya. Penekanan pada teori-teori seni dimaksudkan agar dalam tugas analisis hasil penelitian nantinya dapat menyertakan pengalaman seni mahasiswa sebelumnya. Sehingga penelitian interdisiplin dalam bidang seni tetap menggunakan berbagai bidang pendukung di luar seni. Materi mata kuliah ini mencakup: koreologi, musikologi, etnomusikologi, dramaturgi, arsitektur, sosiologi seni, antropologi seni, psikologi seni dan sejarah seni. Tujuannya (1) agar mahasiswa memahami interdisiplin serta keluasan perspektif dalam mengkaji bidang seni, (2) mengembangkan pengetahuan seni berdasarkan pemahaman dari bidang di luar seni, (3) menghasilkan wacana baru dalam bidang seni dari kemungkinan terjadinya hibrid, (4) memberi sumbangan tinjauan bagi disiplin di luar seni.

TENAGA PENGAJAR

  1. Prof. Dr. Djohan, M.Si
  2. Prof. Drs. Soeprapto Soedjono, MFA.,PhD
  3. Prof. Drs. M. Dwi Marianto, MFA., PhD
  4. Prof. Dr. A.M. Hermien Kusmayati, S.U.
  5. Prof. Dr. Y. Sumandiyo Hadi, S.U.
  6. Prof. Dr. I Wayan Dana, SST.,M.Hum.
  7. Dr. M. Agus Burhan, M.Hum.
  8. Dr. Suastiwi, M.Des
  9. Dr. Ir. Yulriawan Dafri, M.Hum.
  10. Dr. Timbul Raharjo, M.Hum.
  11. Dr. Edi Sunaryo, M.Sn.
  12. Dr. H. Suwarno Wisetrotomo, M.Hum.
  13. Dr. Sumartono, M.A.
  14. Dr. Prayanto Widyo Harsanto, M.Sn.
  15. Dr. Rina Martiara, M.Hum.
  16. Dr. Hendro Martono, M.Sn.
  17. Dr. M. Miroto, MFA.
  18. Dr. Bambang Pudjasworo, M.Hum.
  19. Dr. Haryatmoko.
  20. Dr. Hardono Hadi
  21. Dr. Kurniawan Adi Saputro.
  22. Drs. Alexandri Luthfi, M.S.
  23. Drs. I Gusti Ngurah Wiryawan Budiana, M.Hum.
  24. Drs. Chairul Slamet, M. Sn.
  25. Drs. Royke B.Koapaha, M.Sn.
  26. Drs. Suparwoto, M.Sn.
  27. Drs. Umar Hadi, M.S.
  28. Garin Nugroho.
  29. Heri Dono.
  30. Melati Suryodarmo.
  31. Sutanto Mendut.
  32. Krisna Murti.

PELAKSANAAN PENDIDIKAN DAN ATURAN AKADEMIK

A.  Pembimbingan Akademik

Setiap mahasiswa untuk kelancaran studinya mendapat bimbingan dari seorang pembimbing akademik (PA) yang ditunjuk oleh Direktur PPs ISI Yogyakarta. Tugas PA adalah membimbing kegiatan akademik mahasiswa, antara lain memilih mata kuliah pilihan, mengisi KRS, dan membantu membahas topik Tugas Akhir. Pembimbing Akademik bagi mahasiswa Magister Penciptaan dan Pengkajian Seni adalah: 1). Dr. Rina Martiara, M.Hum.; 2). Dr. Dewanto Sukistono, M.Sn.; 3). Dr. Prayanto Widyo Harsanto, M.Sn.

B.  Perkuliahan

  1. Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS)

Pengisian KRS diadakan sesuai dengan waktu terjadwal atau paling lambat satu minggu sebelum kuliah setiap semester dimulai, kecuali mahasiswa semester I. Setiap mahasiswa dapat mengikuti kuliah apabila telah mengisi KRS yang disetujui oleh dosen pembimbing akademik dan diserahkan ke bagian akademik.

  1. Daftar Hadir Kuliah

Mahasiswa dan dosen wajib menandatangani daftar hadir setiap pertemuan yang diselenggarakan setiap minggu. Daftar hadir disiapkan Petugas sub-bagian dikmawa PPs ISI Yogyakarta di kantor bagian akademik. Dosen mengambil daftar hadir dan sesudah perkuliahan selesai dosen wajib menyerahkan kembali. Daftar hadir dijadikan dasar untuk menentukan seorang mahasiswa bisa mengikuti ujian akhir semester.Mahasiswa dapat mengikuti ujian akhir semester, apabila telah mengikuti minimal 90% dari kuliah yang diberikan.

C.  Daftar Nilai Kolektif dan Daftar Nilai Kemajuan Studi

Daftar Nilai Kolektif (DNK) berisi daftar nama mahasiswa dan nilai ujian per semester setiap mata kuliah diserahkan ke subbagian dikmawa. Tenggat pengumpulan DNK mengikuti kalender akademik.

DNK ditandatangani dosen pengampu dan diketahui oleh asisten direktur I. Daftar nilai kemajuan studi (DNKS) disusun berdasarkan DNK setiap semester, sebagai surat keterangan untuk mengetahui kemajuan studi mahasiswa, ditandatangani oleh asisten direktur I. DNKS setara dengan transkrip akademik sementara, serta sebagai lampiran persyaratan mengikuti ujian akhir.

Transkrip akademik adalah daftar seluruh mata kuliah yang pernah ditempuh dan nilai yang diperoleh mahasiswa, dilengkapi keterangan tentang satuan kredit semester kumulatif dan indeks prestasi kumulatif, yang pada hakekatnya menunjukkan bahwa ia telah memenuhi syarat dalam memperoleh gelar magister. Transkrip akademik memuat identitas singkat mahasiswa, judul tesis, pembimbing, serta predikat kelulusan, ditandatangani oleh Direktur PPs ISI Yogyakarta dan diberikan setelah mahasiswa diwisuda.

D.  Beban dan Batas Studi

Beban studi atau jumlah kredit pendidikan Program Magister Penciptaan dan Pengkajian Seni Program Pascasarjana ISI Yogyakarta adalah 72 SKS, yakni menyelesaikan mata kuliah wajib sebanyak 30 SKS, mata kuliah pilihan sebanyak 2 SKS, proposal 5 SKS, seminar 5 SKS, jurnal 10 SKS, dan tugas akhir/tesis sebanyak 20 SKS. Seluruhnya dapat ditempuh dalam 4-8 semester. Semua persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan program magister hingga memperoleh gelar Magister Seni (M.Sn.) harus diselesaikan dalam waktu paling lama 8 (delapan) semester atau 4 tahun, atau 10 (sepuluh) semester dengan 2x cuti kuliah.

E.  Status Mahasiswa dan Pengambilan Cuti Kuliah

Ada dua macam status mahasiswa, yakni aktif dan nonaktif.

  1. Mahasiswa Aktif

Untuk disebut sebagai mahasiswa aktif, mahasiswa wajib membayar SPP penuh, memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Mahasiswa aktif berhak mengikuti kegiatan akademik, serta diperbolehkan menggunakan fasilitas pendukungnya.

  1. Mahasiswa Nonaktif (cuti)

Mahasiswa yang cuti harus mendapat persetujuan dosen pembimbing akademik, membayar 10% dari uang SPP, tidak mendapat KTM, dan tidak berhak mengikuti kegiatan akademik dan menggunakan fasilitas-fasilitas yang tersedia. Mahasiswa yang mengulang ujian tugas akhir tidak berhak mengajukan cuti. Masa cuti kuliah maksimal 2 (dua) semester, dan tidak diperhitungkan dalam masa studi.

Permohonan izin cuti kuliah dapat diajukan apabila mahasiswa:

  1. Telah mengikuti kuliah selama dua semester, atau
  2. Telah lulus minimal 30 (tiga puluh) SKS

 Kemangkiran

Mahasiswa yang tidak mendaftarkan diri tanpa keterangan selama 30 (tiga puluh) hari kalender sejak hari terakhir pendaftaran akan dianggap mangkir. Mahasiswa yang mangkir akan dianggap mengundurkan diri dan dihapus dari daftar mahasiswa pascasarjana ISI Yogyakarta.

F.  Penyelenggaraan Ujian

Ujian akhir semester adalah penilaian atas prestasi mahasiswa, seberapa jauh mereka memahami dan menguasai bahan yang telah diberikan dalam setiap mata kuliah selama satu semester. Ujian mata kuliah teori dapat diselenggarakan dalam berbagai bentuk dan cara, yaitu bisa tertulis atau lisan, seminar, membuat karya tulis, dan kombinasi dari berbagai bentuk tersebut.

Bobot penilaian ujian sesuai dengan silabus.

Apabila terdapat mahasiswa yang belum lulus dalam 1(satu) mata kuliah (nilai ≤ B-), maka mahasiswa dapat diberi kesempatan untuk memperbaikinya dalam semester yang sama. Hasil ujian perbaikan maksimal B. Tidak ada perbaikan untuk mata kuliah yang telah dinyatakan lulus.

G.  Sistem Penilaian

Penilaian dinyatakan dengan huruf A,B,C,D, dan E dengan tambahan + (plus) dan – (minus) serta nilai tengah (BA atau CB) sebagai nilai final. Masing-masing nilai huruf itu memiliki bobot angka (harkat numeric/mutu): 4,3,2,1, dan 0 serta untuk menandai tingkat kemampuan akademik mahasiswa,yakni:

A = istimewa/terbaik,

B = baik,

C = cukup,

D = kurang, dan

E = gagal.

Nilai K = kosong, berarti mahasiswa mengundurkan diri/membatalkan secara sah mata kuliah yang diambil. SKS tidak diperhitungkan sebagai pembagi di semester berikutnya.

Dalam ujian tengah semester atau ujian akhir semester dan tugas lainnya, untuk menunjukkan tingkat kemampuan mahasiswa di kelas para dosen juga diminta memberikan nilai angka/bukan nilai akhir. Pada akhirnya nilai angka tersebut akan dikonversikan ke dalam nilai huruf dengan rincian gradasi seperti tertera di bawah ini

bobot nilai

H. Tugas Akhir

Tugas akhir atau disingkat TA adalah mata kuliah terakhir untuk mengakhiri studi jenjang S2 program studi magister tata kelola seni di PPs. ISI Yogyakarta yaitu berupa tesis yang berbobot kredit 20 SKS.

  1. Topik proposal, Proposal, dan Tugas Akhir (TA)

Di akhir semester 2 (dua) mahasiswa mengajukan naskah topik proposal setebal 2-3 halaman berisi penjabaran topik dan pertanyaan penelitian.Nama calon pembimbing diajukan dalam lembar terpisah. Berdasarkan naskah ini, pengelola akan menunjuk pembimbing proposal TA untuk masing-masing mahasiswa.

Proposal TA yang dikembangkan dengan bimbingan dosen diajukan pada semester 3 dan diuji pada semester 3. Proposal yang diuji harus sudah disampaikan dalam seminar yang dipimpin oleh pembimbing TA dan terbuka untuk mahasiswa. Proposal TA berisi Bab I (pendahuluan), Bab II (kajian pustaka), dan Bab III (metodologi).

Perihal penyusunan proposal, pelaksanaan pembimbingan, penyusunan tesis atau pertanggungjawabannya, hingga ujian tugas akhir dan pedoman penulisan artikel/publikasi ilmiah disajikan lebih rinci dalam buku pedoman penulisan TA.

Mahasiswa yang tidak lulus ujian proposal TA maupun ujian TA diberi kesempatan untuk mengikuti ujian lagi pada semester yang sama dengan menanggung biaya ujian.

  1. Persyaratan Mendaftar Sidang Proposal Tugas Akhir
  • Terdaftar sebagai mahasiswa aktif
  • Telah menempuh dan lulus mata kuliah wajib dan pilihan sekurang-kurangnya 30 SKS dengan IPK 3,0 dan nilai paling rendah B.
  • Mengisi formulir pengajuan proposal tugas akhir yang ditandatangani dosen pembimbing akademik.
  • Mengajukan naskah proposal tugas akhir yang digandakan 3 (tiga) eksemplar.
  1. Persyaratan Mendaftar Ujian Tugas Akhir
  • Terdaftar sebagai mahasiswa aktif dan bebas administrasi & keuangan.
  • Telah menempuh dan lulus semua mata kuliah wajib dan pilihan,32 SKS dengan IPK≥3,0 dan nilai paling rendah B. Ini dibuktikan dengan DNKS (Dafar Nilai Kemajuan Studi).
  • Sertifikat asli ujian TOEFL yang dikeluarkan oleh pusat bahasa ISI Yogyakarta atau lembaga lain dengan nilai minimal 450.
  • Dosen pembimbing tesis menyetujui naskah yang akan diujikan. Persetujuan dinyatakan dengan menandatangani Surat Persetujuan Untuk Mengikuti Ujian Tugas Akhir. Surat Persetujuan ini dimasukkan menjadi satu dalam naskah yang diuji.
  • Lembar bimbingan/konsultasi Tugas Akhir yang telah diisi dan ditandatangani dosen pembimbing.
  • Naskah tugas akhir yang digandakan 3 (tiga) eksemplar
  • Naskah yang telah diterbitkan di jurnal, atau surat keterangan akan diterbitkan di jurnal.
  • Mendapat Surat Keterangan Pendaftaran Ujian Tugas Akhir yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Kepala Subbagian Akademik dan Kemahasiswaan.

I

I.  Evaluasi Keberhasilan Studi dan Pemutusan Studi

Evaluasi pertama dilakukan pada akhir semester ke-2, dengan kriteria bahwa mahasiswa telah lulus minimal 15 SKS dengan IPK minimal 3,00. Apabila tidak mampu memenuhi kriteria tersebut, mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan tidak mampu mengikuti program studi magister tatakelola seni PPs ISI Yogyakarta dan dikenai sanksi pemutusan studi.

Evaluasi kedua (evaluasi akhir) dilakukan pada akhir semester ke-6 aktif dengan kriteria sebagai berikut:

  1. Sudah lulus semua mata kuliah wajib dan pilihan
  2. Sudah lulus sidang proposal tugas akhir

Apabila tidak dapat memenuhi kriteria evaluasi pertama atau kedua/terakhir sesuai batas waktu studinya ia dipandang tidak mampu mengikuti pendidikan PPs ISI Yogyakarta dan dapat dikenai sanksi pemutusan studi.

J.  Predikat Kelulusan

  1. Dengan pujian (cum laude): IPK, masa studi tidak lebih dari 3,5 semester, dan nilai tugas akhir dengan nilai A
  2. Sangat memuaskan: IPK 3,41–3,74
  3. Memuaskan: IPK 3,00–3,40

K.  Wisuda

Setiap lulusan program PPs ISI Yogyakarta hanya diberi kesempatan satu kali mengikuti wisuda pada periode kelulusan. Apabila tidak mengikuti wisuda, ia tetap diwajibkan membayar uang wisuda dan namanya dicantumkan dalam buku wisuda.

Pelaksanaan wisuda (waktu dan tempat) bagi calon lulusan magister tata kelola seni ISI Yogyakarta dilakukan di kampus terpadu ISI Yogyakarta, menjadi satu dengan wisuda bagi calon lulusan sarjana S1.

Wisuda diselenggarakan dua kali pertahun, yaitu pada bulan Maret dan bulan September. Persyaratan dan ketentuan berkaitan dengan wisuda diatur dalam ketentuan tersendiri.

L.  Penjiplakan

Penjiplakan adalah pelanggaran berat di dunia akademis karena penjiplakan membuat kebenaran dan pemeriksaan terhadap kebenaran menjadi sulit atau mustahil. Penjiplakan adalah pengambilan ide/tulisan orang lain menjadi milik sendiri. Bila didapati menjiplak, mahasiswa yang melakukan pelanggaran ini dapat dikenai sanksi berbentuk: tidak lulus mata kuliah, tidak lulus ujian tesis, atau dikeluarkan dari pascasarjana ISI Yogyakarta.

BAGAN ALUR KRS

  1. Melakukan pembayaran SPP melalui transfer ke bank BNI 46 no. Rek 0382275684 atas nama BPN 030 ISI Yogyakarta, kantor layanan Parangtritis.
  2. Menyerahkan bukti bayar SPP ke subbagian dikmawa PPs ISI Yogyakarta dengan cara:
  • Menyerahkan langsung di loket subbagian dikmawa PPs ISI Yogyakarta
  • Mengirimkan lewat fax: 0274-41979 dengan u.p. subbagian dikmawa PPs ISI Yogyakarta
  • Mengirimkan bukti bayar/transfer melalui e-mail ke alamat isipps_isiyk@yahoo.com dengan subyek e-mail

[BUKTI_BAYAR_SPP_SEMESTER_TAHUN AJARAN] NAMA

  1. Melakukan bimbingan pengambilan KRS dengan menemui langsung Pembimbing Akademik di PPs ISI Yogyakarta

© 2015 Pascasarjana ISI Yogyakarta

Facebook