Penciptaan dan Pengkajian Seni

*) Download Formulir Pendaftaran S3 2013>>

Program Doktor ISI Yogyakarta diselenggarakan berdasarkan Surat Izin Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas Nomor 1881/D/T/2006, tanggal 12 April 2006. Program studi dengan nama Program Doktor Penciptaan dan Pengkajian Seni ini memiliki dua minat studi/konsentrasi, yaitu Minat Studi Penciptaan Seni dan Minat Studi Pengkajian Seni. Program Doktor ISI Yogyakarta telah terakreditasi berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 155/SK/BAN PT/Akred/D/V/2014, tanggal 28 Mei 2014 tentang Nilai dan Peringkat Akreditasi Program Studi pada Program Doktor dengan nilai B.

Pendidikan Program Doktor ISI Yogyakarta secara terstruktur dirancang untuk mengembangkan konsep-konsep bidang penciptaan dan pengkajian, agar mampu menerjemahkannya ke dalam karya dan penelitian seni guna menjawab tantangan serta persaingan yang kompleks di masa depan.

Melalui program yang terarah maka kandidat doktor (promovendus) akan memiliki wawasan yang komprehensif tentang kekaryaan dan metodologi dalam penciptaan maupun pengkajian seni, sehingga mampu mengembangkan konsep penciptaan dan pengkajian seni yang baru dengan menggunakan pendekatan interdisipliner serta konsep multidisipliner berlandaskan kultur nasional dan berwawasan internasional.

PELAKSANAAN PENDIDIKAN

  1. Program Studi, Minat Studi, dan Konsentrasi

Saat ini Program Doktor ISI Yogyakarta memiliki satu program studi dengan sebutan Program Doktor Penciptaan dan Pengkajian Seni, dengan dua Minat Studi:

(1) Minat Studi Penciptaan Seni dan (2) Minat Studi Pengkajian Seni.

Sejalan dengan proyeksi studi dan proposal penciptaan seni atau disertasinya, setiap calon harus menentukan minat studi beserta konsentrasi yang menjadi pilihannya, yaitu:

  • Minat Studi Penciptaan Seni, dengan konsentrasi:

               Seni Pertunjukan / Seni Rupa / Seni Media Rekam

  • Minat Studi Pengkajian Seni, dengan konsentrasi:

             Seni Pertunjukan / Seni Rupa / Seni Media Rekam

 

Beban Studi, Lama Studi, dan Izin Cuti

  1. Beban studi seluruhnya 40-44 sks, dengan rincian: 24 sks (Karya Seni & Disertasi, serta matakuliah Penunjang Karya /Disertasi) dan 16-20 sks matakuliah terstruktur.
  2. Bagi peserta yang berasal dari konsentrasi lain (non-seni) jika diperlukan ditambah 2-4 sks matakuliah aras S2
  3. Seorang peserta program doktor dalam satu semester hanya diperbolehkan mengambil beban studi maksimal 12 sks.
  4. Peserta program doktor wajib menempuh dan lulus dengan nilai minimal B untuk semua matakuliah wajib di semester 1 dan 2 sebanyak 16-20 sks, dengan IPK minimal 3,00 sebagai prasyarat mengikuti Ujian Kualifikasi.
  5. Pendidikan dijadwalkan dalam 6 semester, dengan lama studi maksimal 10 semester untuk peserta sebidang dan atau 11 semester untuk peserta tak sebidang/non-seni.
  6. Izin cuti hanya dapat diberikan oleh Direktur Program Pascasarjana sesudah peserta program doktor lulus ujian kualifikasi dan lulus mata kuliah penunjang disertasi untuk jangka waktu seluruhnya tidak lebih dari dua kali satu semester. Selama cuti, masa studi tidak diperhitungkan. Bila mahasiswa 2x berturut-turut tidak melakukan administratif dan regestrasi akademik dianggap mengundurkan diri dan secara otomatis tidak lagi terdaftar sebagai mahasiswa program studi.

 

KURIKULUM

Minat Studi PENCIPTAAN SENI ( 40 – 44 sks):

Karya Seni dan Disertasi                                       (24 sks)

Proposal & Bimbingan Karya Seni                             2 sks

Mk. Penunjang Karya Seni /Disertasi(PKD)              4 sks

Seminar & Penilaian Naskah Akademik                     8 sks

Ujian Akhir Tertutup                                                   4 sks

Ujian Akhir Terbuka                                                    6 sks

Kuliah terstruktur/Coursework                               (16 sks)

Teori & Filsafat Seni                                                   4 sks

Manajemen Seni                                                          2 sks

Kapita Selekta                                                             4 sks

Metodologi Penciptaan Seni                                       4 sks

HAKI                                                                          2 sks

Matakuliah tambahan (jika diperlukan)     2-4 sks (aras S2)

Minat Studi PENGKAJIAN SENI ( 40 – 44 SKS):

Disertasi                                                                            (24 sks)

Proposal & Bimbingan Karya Seni (Penelitian)          2 sks

Mk. Penunjang Karya Seni/Disertasi (PKD)              4 sks

Seminar/Penilaian Disertasi                                         8 sks

Ujian Akhir Tertutup                                                 6 sks

Ujian Akhir Terbuka                                                  4 sks

 

Kuliah terstruktur/Courseworks                             (16 sks)  

Teori & Filsafat Seni                                                 4 sks

Teori Kebudayaan                                                      2 sks

Sejarah Seni                                                              3 sks

Metodologi Penelitian Seni                                         4 sks

Sosiologi Seni                                                            3 sks

Matakuliah tambahan (jika diperlukan) 2-4 sks (aras S2)

 Dosen Tetap

  1. Prof. Dr. Victor Ganap, M.Ed.
  2. Prof. Drs. Soeprapto Soedjono, MFA, Ph.D
  3. Prof. Dr. Y. Sumandiyo Hadi
  4. Prof. Drs. Dwi Marianto, MFA, Ph.D
  5. Prof. Dr. Djohan, M.Si.
  6. Dr. M. Agus Burhan, M.Hum.

Perkuliahan dan Ujian

  1. Materi perkuliahan pendidikan pada Program Doktor disusun berdasarkan tingkat kecanggihan dan kedalaman penalaran sesuai dengan jenjang pendidikan Doktor, yang terdiri dari Matakuliah Pendukung Minat Utama (PMU), Matakuliah Pendukung Lain: Pendukung Teori Seni (PTS) atau Pendukung Praktik Seni (PPS) dan Matakuliah Penunjang Karya Seni atau Penunjang Disertasi (PKD).
  2. PMU adalah matakuliah aras S3, dilaksanakan secara terstruktur di semester 1 & 2, wajib diikuti semua peserta program doktor.
  3. PTS atau PPS adalah matakuliah aras S2, dilaksanakan secara terstruktur di semester 1, matakuliah tambahan sesuai minat bagi peserta yang berasal dari bidang studi non-seni.
  4. PKD di semester 3 atau setelah peserta lulus ujian kualifikasi; bukan perkuliahan terstruktur, jadwal pertemuan dan ujian diatur berdasarkan kesepakatan dosen dan mahasiswa. Materi matakuliah PKD memiliki kedalaman dan keluasan sebagai bahan kajian karya seni atau disertasi.
  5. Peserta Program Doktor dapat mengikuti ujian perkuliahan di semester 1 dan 2 apabila hadir kuliah minimal 75% .
  6. Ujian perkuliahan dalam bentuk tertulis atau lisan dan dilaksanakan sesuai waktu yang terjadwal dalam kalender akademik.
  7. Penilaian hasil belajar dinyatakan dengan angka dan nilai huruf disertai tanda + – serta nilai tengahan (BA dan CB) dengan setaraan sebagai berikut.

 

A         = 95 – 100                  B-        = 71 – 74                    D         = 45 – 59

A-        = 90 – 94                    CB       = 67 – 70                    E          = 0 – 44

BA       = 85 – 89                    C+       = 63 – 66

B+       = 80 – 84                     C        = 60 – 62

B          = 75 – 79

Penasihat Akademik

  1. Peserta Program Doktor dalam proses studinya dibimbing oleh Penasihat Akademik,     sejak semester pertama sampai dengan ujian kualifikasi.
  2. Penasihat Akademik membantu peserta program dalam hal-hal: penyusunan rencana studi, penyusunan proposal, pemilihan dan pengajuan calon promotor dan kopromotor, serta pencatatan setiap tahap kegiatan bimbingan akademik.
  3. Penasihat Akademik Program Doktor ISI Yogyakarta mulai tahun Akademik 2012/2013 adalah: Ketua Program Doktor

 

Pembimbingan

  1. Peserta doktor dibantu Penasihat Akademiknya mengusulkan calon Promotor dan Kopromotor yang kemudian diajukan kepada Direktur Pascasarjana ISI Yogyakarta untuk mendapat pertimbangan sebelum ditetapkan melalui Surat Keputusan Rektor.
  2. Dalam mengusulkan promotor maupun kopromotor sebaiknya telah memperoleh persetujuan dari calon yang diusulkan. Permohonan mendapatkan promotor dan kopromtor telah dikonsultasikan sedini mungkin pada pertengahan/akhir semester 2.
  3. Tim Pembimbing disertasi terdiri dari seorang promotor dan seorang kopromotor atau pembimbing pendamping, namun jika dipandang perlu dapat ditambah seorang kopromotor lagi sebagai pembimbing pendamping kedua.
  4. Persyaratan akademik bagi pembimbing utama atau promotor adalah minimal berjabatan Guru Besar; sedangkan kopromotor minimal bergelar doktor dan berpangkat Lektor K Promotor dan kopromotor diutamakan yang berasal dari ISI Yogyakarta, namun apabila diperlukan salah seorang di antaranya adalah tenaga akademik dari perguruan tinggi lain.

 

Penetapan Promotor dan Kopromotor

  1. Kriteria penetapan promotor/kopromotor didasarkan pada: (a) Kualifikasi akademik/profesional calon promotor/promotor sesuai bidang seni, khususnya minat utama, yang sedang dipelajari mahasiswa; (b) Kesesuaian konsep seni atau masalah penelitian yang diusulkan mahasiswa dengan kualifikasi akademik/profesional calon promotor/kopromotor; dan (c) Setiap promotor/kopromotor hanya diperbolehkan membimbing maksimal 10 mahasiswa.
  2. Pengajuan usul calon promotor/kopromotor menggunakan formulir Usulan Promotor dan Kopromotor (tersedia di Bagian Pendidikan dan Kemahasiswaan PPs ISI Yogyakarta). Keputusan mengenai tim pembimbing TA ditetapkan oleh Direktur PPs. dan diumumkan pada awal/tengah semester 3.
  3. Bagi Promotor dan Kopromotor yang telah mendapat SK secara teratur akan membimbing peserta program doktor mulai dari penyusunan proposal penelitian/penciptaan karya seni, persiapan ujian kualifikasi, pelaksanaan penelitian/penciptaan, penulisan disertasi, penilaian disertasi (ujian kelayakan), ujian tertutup, sampai dengan persiapan ujian terbuka atau promosi doktor.

 Ujian Kualifikasi/Ujian Proposal

Ujian kualifikasi adalah ujian untuk menjajaki pengetahuan dan atau kreativitas seni peserta program doktor yang relevan dengan bidang ilmu atau bidang seni yang akan diteliti bagi penulisan disertasi atau untuk karya seni yang akan diciptakan.

  1. Persyaratan mengikuti ujian kualifikasi adalah:
    • Telah lulus semua matakuliah semester 1 dan 2, dengan nilai setiap mata kuliah minimal B, dengan IPK minimal 3,00.
    • Menyerahkan bukti kemampuan berbahasa Inggris asli dan fotokopi dengan skor minimal 500 berupa sertifikat TOEFL dari Lembaga Bahasa ISI Yogyakarta atau yang direkomendasikan ISI Yogyakarta.
    • Menyerahkan Proposal Penciptaan Seni atau Proposal Penelitian untuk menyusun disertasi rangkap 6 (enam), selambat-lambatnya dua minggu sebelum pelaksanaan ujian.
  2. Bahan ujian kualifikasi mencakup:
    • Materi proposal penciptaan/penelitian
    • Ilmu-ilmu yang langsung menunjang karya seni/disertasi
  3. Pelaksanaan Ujian
  4. Ujian kualifikasi dapat ditempuh paling cepat satu tahun (dua semester) sesudah diterima sebagai peserta program doktor.
  5. Ujian dilaksanakan oleh Tim Penguji yang terdiri atas ketua (ditunjuk oleh Direktur) dan anggota yang terdiri dari Promotor dan Kopromotor dan 2-3 pakar dalam bidang ilmu yang relevan, dengan kualifikasi jabatan guru besar atau yang berderajat doktor selaku dewan penguji.
  6. Ujian dilaksanakan secara lisan selama 120 menit termasuk presentasi proposal penelitian atau penciptaan karya seni selama 20 menit.
  7. Mahasiswa yang dinyatakan lulus dengan perbaikan/ revisi wajib memperbaiki atau merevisi sesuai masukan dewan penguji paling lama 6 (enam) bulan terhitung sejak ujian kualifikasi. Ujian ulangan bagi mahasiswa yang tidak lulus hanya boleh diadakan dua kali dan harus diselesaikan dalam waktu enam bulan terhitung sejak ujian kualifikasi yang pertama. Waktu pelaksanaan ujian ulang ditetapkan oleh Direktur atas masukan dari Promotor dan Kopromotor. Apabila dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ujian kualifikasi belum melaksanakan ujian ulangan akan dikenakan sanksi akademik. Seluruh biaya administrasi untuk ujian Kualifikasi Ulang dibebankan kepada mahasiswa yang bersangkutan.

Cara Penilaian

  1. Penilaian didasarkan atas penguasaan materi ujian.
  2. Hasil ujian dinyatakan lulus atau tidak lulus.
  3. Keputusan hasil ujian ditentukan oleh rapat dewan penguji.
  4. Penyampaian hasil ujian
  5. Hasil ujian disampaikan/ diberitahukan oleh Ketua Tim Penguji segera setelah ujian berakhir.
  6. Peserta program doktor yang tidak lulus ujian kualifikasi, termasuk dua kali ujian ulangan, tidak diperkenankan melanjutkan studi doktoralnya di ISI Yogyakarta.
  7. Tim Penguji menetapkan matakuliah penunjang karya seni atau disertasi (MPD) apabila peseta program doktor lulus dalam ujian kualifikasi
  8. Hasil ujian kualifikasi disampaikan kepada Direktur oleh ketua tim penguji.
  9. Peserta program doktor yang telah dinyatakan lulus ujian kualifikasi dan perbaikan proposalnya telah disahkan Direktur memperoleh status sebagai Kandidat Doktor (Doctor Candidate).

 Selanjutnya Kandidat Doktor diwajibkan memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  • Melaksanakan proses perancangan/penelitian secara intensif di bawah bimbingan Tim Pembimbing.
  • Mengikuti perkuliahan Matakuliah Penunjang Karya Seni atau Matakuliah Penunjang Disertasi (MPD)
  • Menyerahkan Laporan Kemajuan Studi secara tertulis yang diketahui dan ditandatangani Tim Pembimbing tiap 3 (tiga) bulan sekali (Januari, April, Juli, Oktober) kepada Program Pascasarjana ISI Yogyakarta.
  • Mempresentasikan hasil perancangan/penelitian dalam seminar minimal 2 (dua) kali, yaitu progress report 1 dan 2.

Pelaksanaan Penciptaan Karya atau Pelaksanaan Penelitian

  1. Kandidat Doktor diharapkan dapat menyelesaikan penciptaan karya dan disertasi (untuk Penciptaan Seni) atau penelitian dan penulisan disertasi (untuk Pengkajian Seni) dalam   jangka waktu maksimal dua setengah tahun sejak lulus ujian kualifikasi.
  2. Setiap tiga bulan Kandidat Doktor diwajibkan melaporkan secara tertulis kepada Direktur, tentang kemajuan penciptaan karya atau pelaksanaan penelitiannya yang telah disahkan oleh Promotor dan Kopromotor.

Penyusunan Disertasi Karya Seni (NDKS) atau Disertasi (ND) dan Seminar

  1. Disertasi disusun menurut format penulisan yang ditetapkan oleh Program Pascasarjana, ditulis sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar ( berlaku untuk semua mahasiswa (baik mahasiswa Indonesia ataupun asing) khusus untuk mahasiswa asing sudah melalui konsultasi dan koreksi bahasa oleh penerjemah/ editor yang biayanya dibebankan kepada mahasiswa yang bersangkutan, serta tidak mengandung unsur plagiasi dan atau replikasi.
  1. Sebelum diujikan pada Ujian Kelayakan, NDKS/ND wajib dipresentasikan oleh Kandidat Doktor dalam seminar minimal 2 (dua) kali, untuk mengetahui laporan kemajuan dan Hasil Bimbingan.
  2. Syarat untuk melaksanakan seminar (laporan kemajuan) 1, adalah Kandidat Doktor yang telah lulus dan menyerahkan nilai Mata Kuliah Penunjang Disertasi ke bagian akademik, dengan nilai minimal B.
  3. Untuk Seminar 1 materi yang harus dipresentasikan adalah kelengkapan serta kedalaman tinjauan pada Bab II (landasan teoretik) dan Bab III (metode) sebagai evaluasi dari MPD serta rencana tahap berikutnya. Naskah diserahkan kepada promotor dan kopromotor dengan diketahui Kaprodi. Untuk minat studi Penciptaan, telah menyajikan (memamerkan) bagan, konsep, dan pola-pola hasil eksplorasi rancangan karya, serta ujicoba yang dapat disajikan.
  4. Untuk Seminar 2, materi yang dipresentasikan harus sudah sampai pada Hasil, Analisis, Pembahasan, dan Kesimpulan. Naskah diserahkan kepada Promotor dan Kopromotor dan diketahui Kaprodi. Untuk minat studi Penciptaan telah mewujudkan dan memamerkan karya sebagai implementasi dari konsep penciptaan.
  5. Kandidat Doktor menyelenggarakan Seminar (Laporan Kemajuan) dengan peserta minimal berjumlah 20 orang termasuk promotor dan kopromotor.

Penilaian Kelayakan Disertasi Karya Seni / Disertasi

  1. Panitia Penilai kelayakan terdiri dari Promotor, Kopromotor, dan lima tenaga akademik yang diusulkan oleh Promotor dan ditetapkan oleh Direktur Program Pascasarjana.
  2. Penilaian kelayakan hanya dapat dilaksanakan dan menghasilkan keputusan, apabila dihadiri oleh minimal 5 orang anggota Penilai, termasuk Promotor dan Ko-promotor.
  3. Panitia Penilai Kelayakan sedapat mungkin sama dengan Penilai pada Ujian Kualifikasi.
  4. Panitia Penilai Kelayakan bertugas memberikan koreksi, masukan, penyempurnaan terhadap naskah yang diajukan, dan menyatakan layak atau tidak.
  1. Materi Penilaian mencakup substansi karya seni/ penelitian dan metodologi keilmuan.
  2. Perbaikan yang telah dituangkan dalam disertasi harus disetujui oleh semua anggota Panitia Penilai Kelayakan yang dibuktikan dengan mengisi lembar persetujuan perbaikan. Promotor menandatangani lembar persetujuan sebagai hasil proses evaluasi penilaian kelayakan, setelah anggota panitia penilai lainnya menandatangani.
  3. Berita Acara Perbaikan Penilaian Disertasi Karya Seni atau Disertasi wajib dilampirkan pada permohonan Ujian Akhir Tertutup.
  4. Ada 3 (tiga) kriteria hasil Penilaian Disertasi, yaitu: (1). Layak, tanpa Perbaikan; (2). Layak dengan Perbaikan; (3) Tidak Layak.
  5. Jika dinyatakan Layak tanpa Perbaikan, maka dalam waktu paling lambat 3 bulan, Kandidat Doktor harus mendaftarkan diri untuk mengikuti Ujian Tertutup.
  6. Jika dinyatakan Layak dengan Perbaikan, maka disertasi harus diperbaiki dalam waktu maksimal 6 (enam) bulan. Jika dalam waktu tersebut Kandidat Doktor tidak mampu menyelesaikan perbaikan, maka akan diadakan Ujian Penilaian ULANG.
  7. Jika dinyatakan Tidak Layak, maka disertasi harus diperbaiki dalam waktu maksimal 12 (dua belas) bulan, dan diadakan ujian Penilaian ULANG.
  8. Seluruh biaya administrasi akademik untuk ujian Penilaian ULANG dibebankan kepada mahasiswa yang bersangkutan.

 Ujian Tahap 1 (Tertutup)

  1. Ujian Tahap I (Tertutup) dilaksanakan paling cepat pada semester ke-5 dan paling lambat pada semester ke-9
  2. Syarat untuk Ujian Tertutup memiliki artikel yang telah diterbitkan oleh Jurnal terakreditasi berskala Internasional sebanyak minimal 1 buah, atau Jurnal terakreditasi berskala Nasional sebanyak minimal 2 buah
  3. Ujian Tahap I (Tertutup) dipimpin oleh Ketua Penguji (bukan Promotor/Kopromotor) dan ditetapkan oleh Direktur Program Pascasarjana.
  4. Penguji diseyogyakan adalah sama dengan Penilai Kelayakan.
  1. Ujian Tertutup untuk minat studi Penciptaan diawali dengan penyajian hasil karya seni promovendus di depan Tim Penguji dan sejumlah undangan dalam bentuk pergelaran/pameran karya dalam waktu 60 sampai 120 menit, dilanjutkan dengan sidang Ujian
  2. Bagi Kandidat Doktor yang telah dinyatakan lulus Ujian Tertutup memperoleh status sebagai Promovendus.
  3. Ujian Tahap II (Terbuka) dilaksanakan maksimal 3 bulan setelah Ujian Tertutup. Jika tidak dilaksanakan tanpa alasan yang jelas, maka Ujian Tertutup harus diulang, dan seluruh biaya administrasi akademik ditanggung oleh promovendus.

 EVALUASI PENDIDIKAN

 Penilaian hasil studi

  1. Evaluasi bagi peserta program doktor yang mengikuti perkuliahan.
    • Evaluasi pertama dilakukan pada akhir tahun pertama. Bila pada akhir tahun pertama IPK 10 SKS yang terbaik kurang dari 3,00 peserta dinyatakan tidak mampu menyelesaikan studi dan tidak diperkenankan melanjutkan studi.
    • Evaluasi kedua dilakukan pada akhir tahun kedua. Bila pada akhir tahun kedua belum lulus semua mata kuliah minimal 16 sks yang dibebankan dengan IPK minimal 3,00,   peserta dinyatakan tidak mampu menyelesaikan studi, dan tidak diperkenankan melanjutnya studi.
    • Evaluasi ketiga dilakukan pada akhir tahun ketiga. Bila pada akhir tahun ketiga belum lulus ujian kualifikasi, peserta dinyatakan tidak mampu menyelesaikan studi, dan tidak diperkenankan melanjutkan studi.
  2. Para peserta program doktor yang sudah dinyatakan lulus ujian kualifikasi berubah statusnya menjadi Kandidat Doktor.
  3. Evaluasi bagi para Kandidat Doktor
    1. Evaluasi pertama bagi Kandidat Doktor ialah satu tahun setelah lulus ujian kualifikasi. Bila Promotor dan Kopromotor menilai bahwa Kandidat Doktor dianggap tidak mampu untuk dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang ditetapkan, maka Kandidat Doktor tidak diperkenankan melanjutkan program
    2. Evaluasi kedua bagi Kandidat Doktor ialah Disertasi atau Disertasi Karya Seni yang sudah disetujui Promotor dan Kopromotor serta dinilai layak oleh Panitia Penilai.
    3. Evaluasi terakhir bagi Kandidat Doktor, paling lambat di semester 9 sudah harus menempuh Ujian Tertutup (dengan pergelaran/pameran karya seni bagi minat studi Penciptaan). guna memperoleh status sebagai Promovendus, untuk kemudian   menempuh Ujian Terbuka pada semester ke-10.
    4. Penilaian kelulusan program doktor didasarkan atas hasil ujian Ujian Tertutup, dan penentuan predikat kelulusannya didasarkan atas hasil Ujian T

 Ujian Terbuka / Ujian Promosi

  1. Ujian Terbuka/Promosi diselenggarakan satu kali. Penilaian ujian meliputi penguasaan materi, kekuatan penalaran, kemampuan mempertahankan argumen, mempunyai dasar kemampuan ilmiah/seni yang baik, mempunyai wawasan ilmiah yang baik, serta mempunyai kemampuan dan sikap ilmiah yang memadai.
  2. Ujian Terbuka/Promosi dilakukan oleh Panitia Penilai yang beranggotakan 9 orang, termasuk Ketua, Promotor, dan Kopromotor.
  3. Ujian Terbuka/Promosi diketuai oleh Direktur Program Pascasarjana atau penggganti yang ditunjuk.
  4. Ujian Terbuka/Promosi dihadiri oleh masyarakat yang dibatasi pada mereka yang dapat menyerap dan memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu di bidang yang bersangkutan. Masyarakat yang diharapkan hadir pada sidang Promosi adalah pakar dan calon pakar bidang berkaitan.
  5. Paling lambat 2 (dua) minggu sebelum ujian Terbuka/Promosi, disertasi dan ringkasan disertasi sudah harus diterirna oleh Program Pascasarjana untuk diteruskan kepada anggota Panitia Penilai.
  6. Pakaian Panitia Penilai adalah Toga.
  7. Pakaian Promovendus adalah Pakaian Sipil Lengkap ( pria) atau pakaian nasional (wanita)
  8. Waktu ujian promosi ditentukan oleh Program Pascasarjana dan ujian dilangsungkan paling lama 120 menit. Presentasi hanya berupa orasi saja, bukan sebuah pertunjukan/performance
  9. Ketentuan lulus, bila tidak lebih dari 2 (bila Penilai berjumlah 7 orang) atau tidak lebih dari 3 (bila Penilai berjumlah 9 orang) dari Panitia Penilai yang menilai negatif.
  10. Ujian Terbuka/Promosi untuk minat studi Penciptaan, disertai dengan penayangan / pameran / penyajian hasil karya.

 Batas waktu studi

  1. Mahasiswa program doktoral wajib menyelesaikan pendidikan selambat-lambatnya dalam waktu lima tahun (waktu aktif 10 semester).
  2. Promovendus yang tidak dapat menyelesaikan studinya dalam waktu lima tahun dan telah mengajukan masa perpanjangan studi dua semester setelah lulus ujian kualifikasi, maka dianggap tidak mampu untuk melanjutkan studinya dan diminta untuk mengajukan pengunduran diri sebagai mahasiswa Program Doktor Pascasarjana ISI Yogyakarta.
  3. Perpanjangan studi dapat diberikan atas usul Promotor dan Kopromotor serta dengan persetujuan Program Pascasarjana; masa perpanjangan studi diberikan dalam waktu 2 (dua) semester.
  4. Apabila setelah waktu perpanjangan tersebut (butir 3) promovendus belum dapat menyelesaikan disertasi/karya seni, maka dianggap tidak mampu melanjutkan studi doktoral.
  • Upcoming Events

    • Ujian Proposal Tugas Akhir

      16 January 2017
      27 January 2017
      07.30 - 16.00

      PENGUMUMAN UJIAN PROPOSAL TUGAS AKHIR S2 SEMESTER GASAL 2016/2017

    • Promosi Doktor Sdr Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.

      25 January 2017
      25 January 2017
      09.30 - 12.00

      Tempat            : Concert Hall PPs ISI Yogyakarta Jalan Suryodiningratan No. 8, Yogyakarta Judul                : Fenomena Judi Tajen Dalam Karya Kriya Promotor         : Prof....   Read More

    • Promosi Doktor Sdr. Surasak Jamnongsarn (Thailand)

      26 January 2017
      26 January 2017
      09.30 - 12.00

      Tempat            : Concert Hall PPs ISI Yogyakarta Jalan Suryodiningratan No. 8, Yogyakarta Judul                : Transkulturasi Gamelan Jawa dan Angklung Dalam Perkembangan  Musik Istana...   Read More

© 2015 Pascasarjana ISI Yogyakarta

Facebook